indosiar.com, Jakarta - (Rabu:05/10/2011) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan akan menjadi inspektur upacara. Selain petinggi TNI, upacara HUT ke-66 ini juga akan dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang akan dirombak oleh SBY.
Dalam perkembangannya TNI memiliki sejarah panjang sebagai organisasi militer. Saat mengangkat senjata melawan penjajah, mulailah terbentuk sebuah kekuatan yang menjadi fondasi untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.
Namun Kekuatan dan kemampuannya sempat teruji di tahun 1965. Saat peristiwa berdarah yang menewaskan 7 pejabat tinggi di jajaran TNI. Sejarah itu yang kini kita kenal dengan peristiwa 30 September yang diabadikan dalam bentuk monumen Lubang Buaya.
Di babak berikutnya, TNI pernah terlibat langsung dalam politik Indonesia melalui doktrin Dwi Fungsi ABRI. Kehadiran mereka dalam politik ini lah di masa orde baru dilembagakan dalam Fraksi ABRI di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada waktu itu.
Pro kontra di tahun 1998 akhirnya menghapuskan peran TNI itu. Reformasi yang dituntut masyarakat mengembalikan posisi TNI sebagai organisasi yang netral. Permasalahan TNI tak sampai di situ. Anggaran yang dikucurkan pemerintah selama ini seolah tak bisa mencukupi kebutuhan mereka. Kesejahteraan prajurit menjadi sorotan karena dinilai sangat minim. Saat ini, remunerasi telah diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Sementara itu, isu peremajaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI hingga saat ini juga masih menjadi sorotan. Persenjataan TNI dinilai sudah ketinggalan zaman untuk mempertahankan kedaulatan negara. Selamat ulang tahun TNI.(Her)