HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
BERITA TERKINI
Tim Gegana

Kiprah Tim Penjinak Bom Gegana di Indonesia

Tayang: 10-Aug-2009 08:20 WIB

indosiar.com-Jakarta. Dengan teror bom yang terjadi di dua hotel internasional JW Marriott dan Ritz-Carlton pada Jumat (17/07) ini, dapat dipastikan ada sebuah pasukan khusus kepolisian muncul di tempat kejadian. Siapa lagi kalau bukan tim Gegana. Di lokasi Hotel Marriott, tim Gegana berhasil menemukan sebuah bom aktif yang belum meledak.

Masyarakat banyak hanya mengenal Gegana adalah tim yang bertugas menjinakkan bom, namun sebenarnya pasukan khusus tersebut memiliki tiga tugas utama yaitu selain jihandak (penjinakan bahan peledak), namun juga bertugas mengatasi teror dan SAR.

Sebenarnya sebagai bagian dari Kepolisian Republik Indonesia, pasukan Gegana sudah lama berdiri jauh sebelum marak teror bom di negeri kita, tepatnya pada tahun 1976.

Seperti kita ketahui bahwa Brimob adalah unit elit kepolisian yang memiliki kemampuan di atas rata-rata dari pada rekan-rekannya di unit-unit kepolisian lainnya. Selain sebagai petugas penegak hukum, Brimob juga memiliki kemampuan tempur. Hal ini sesuai dengan lingkup tugasnya yang menangani gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat berinsentitas tinggi seperti huru-hara dan kejahatan terorganisasir yang menggunakan senjata api dan bahan peledak.

Nah, Gegana sebagai salah satu unit Brimob yang memiliki kekhususan dalam bidang tugas seperti tiga tugas utama yang telah disebutkan di atas. Di samping ketiga tugas utama itu, Gegana juga bertugas dalam tugas perlindungan VIP/VVIP serta tugas parakomando dan anti gerilya. Oleh karena itu para personel Gegana harus memiliki keahlian khusus untuk tugas-tugas itu, tentu saja yang menonjol dan paling dikenal masyarakat adalah tugas yang berkaitan dengan bom atau bahan peledak lainnya.

Sejak berdiri pada tahun 1976 hingga tahun 1995, Gegana masih berupa detasemen namun dengan pengembangan organisasi Brimob bahwa detasemen Gegana pun ditingkatkan menjadi resimen khusus yaitu Resimen II Brimob. Tidak seperti resimen lainnya, Gegana tidak memiliki batalyon atau kompi. Resimen ini terdiri dari datesemen-detasemen yang masing-masingnya bertugas di bawah komando Satuan Brimob kepolisian daerah (Polda).

Setiap detasemen Gegana terdiri dari sekitar 280 anggota. Setiap detasemen masih terdiri dari beberapa subden yang terdiri 40 anggota, sedangkan subden pun memiliki beberapa unit yang biasanya terdiri dari 10 orang. Setiap operasi Gegana itu pada umumnya dilaksanakan oleh satu unit. Oleh karena itu, dari 10 anggota unit tersebut harus ada 6 anggota yang memiliki kemampuan khusus, yaitu dua orang ahli antiteror, dua ahli jihandak dan dua ahli SAR. Sedangkan empat anggota lainnya adalah pendukung mereka.

Sebagaimana disebutkan dalam sebuah situs yang membahas tentang pasukan-pasukan elit yang dimiliki Indonesia, Gegana sebagai bagian dari polisi maka dalam setiap operasi harus bertindak sesuai dengan penegakan hukum, bukan bertujuan membunuh musuh seperti yang dilakukan militer (TNI). Misalnya dalam operasi antiteror, anggota unit Gegana yang bertugas harus memiliki kemampuan menembak jitu, bernegosiasi, penggerebekan dan penangkapan, namun tidak mematikan.

Sebab pada dasarnya operasi Gegana pertama-tama berusaha menangkap tersangka dan menyeretnya ke pengadilan. Upaya mematikan baru digunakan apabila keadaan memaksa dan tidak ada jalan lain. Begitu pula anggota di bidang tugas SAR, yaitu mencari dan menyelamatkan korban bencana atau lainnya pun dituntut punya kemampuan dasar yaitu kemampuan dasar seperti menyelam, repling, jumping, menembak, juga P3K.

Bagaimana dengan tugas penjinakan bom? Pada dasarnya semua anggota Gegana sudah diperkenalkan dengan bom. Oleh karena itu, mereka pun mempelajari berbagai jenis bom beserta teknik dan prosedur penjinakan bom dan bahan peledak lainnya. Tugas tersebut sangat berbahaya karena jiwa menjadi taruhannya. Dua operator jihandak dalam unit Gegana inilah yang maju ke depan apabila ada bom atau bahan peledak yang harus dijinakkan. 

Untuk menunjang tugasnya, Gegana telah dilengkapi beberapa peralatan taktis antara lain alat pendeteksi logam bom, peralatan cermin untuk memeriksa lokasi bom yang tersembunyi atau kendaraan taktis EOD (explosive ordinance disposal) yang digunakan untuk menjinakkan bom dari jauh dengan menggunakan alat pengendali (remote control). Sayangnya Gegana hanya memiliki 3 kendaraan EOD padahal idealnya setiap unit memiliki kendaraan taktis tersebut.

Dapat dikatakan tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh Gegana cukup berat dan memiliki resiko lebih tinggi daripada kesatuan polisi lainnya terkecuali Densus 88 Anti Teror Mabes Polri dan Brimob tentunya. Tidak heran jika komando tertinggi setiap operasi Gegana langsung berada di bawah Kapolri yang dilaksanakan oleh Asisten Operasi (Asop) Kapolri.

Bagaimana dengan tim-tim penjinak seperti Gegana di manca negara? Di Amerika Serikat, biasanya kepolisian negara bagian maupun unit-unit kepolisian distrik memilik tim penjinak bom sendiri. Namun dalam skala nasional, Amerika Serikat pun memiliki tim penjinak dalam beberapa agensi penegak hukum federal seperti tim penjinak bom dari FBI atau ATF (Bureau of Alcohol, Tobacco, Firearms and Explosives) yang di bawah Departemen Kehakiman AS.

Walau kepolisian Inggris memiliki unit penjinak bom, namun di Inggris lebih menonjol peran tim penjinak bom ATO (Ammunition Technicians) dari Royal Logistic Corps dari angkatan darat Inggris. Lantaran mereka memiliki sejarah panjang dalam menjinakkan bom-bom organisasi teroris IRA sejak puluhan tahun lalu. Boleh dikatakan sebagian besar negara-negara di dunia ini memiliki tim penjinak bom baik yang merupakan bagian dari militer maupun dalam gugus penegak hukum.

(Berbagai sumber/Fachri Siradz)


Tayang: 10-Aug-2009 08:20 WIB

Bookmark and Share


Page: 1
7-Aug-2010 21:53:17 WIB by aldy
melihat perkembangan saat ini, perlu tindakan tegas bagi aparat penegak hukum, jika ada yg ganggu keamanan, tindak tegas aja, jgn takut dg HAM, apa pengacau itu peduli dg HAM org lain??? ayooo Polri/Brimob/Gegana/Densus 88, tingkatkan ketrampilan dan sarana kalian, basmi para pengacai itu.
30-Aug-2009 12:34:37 WIB by fikri
Salut buat polri yang mampu mengungkap siapa dalang pemboman di 2 hoel berbintang di jakarta,khuususon GOOLUCK buat gegana
21-Aug-2009 16:52:29 WIB by ruddy
buat bung ridwan,polisi bukannya takut atau pengecut tapi polisi bertindak berdasarkan aturan dan hukum tidak seperti anda yang bisanya hanya ngomong doank !!!!!!
12-Aug-2009 02:11:24 WIB by emon
saya senang membaca berita di blok ini, kalau bisa" rekaman pada waktu penyergapan Nurdin M top dimasukkan juga ke blok..
10-Aug-2009 12:48:28 WIB by edyvanvreden
Tim Gegana Polri patut kita acungkan jempol, walaupun masih ada kekurangannya, itu hal biasa karena sebagaimana manusia biasa juga punya kekurangan dan kelebihan, Mudah-mudahan tidak ada teror bom lagi, tapi kok negaranya nurdin m.top (Malaysia) tenang-tenang saja tidak ada komentar dari pejabat setempat, emangnya gue pikirin jawabnya.
23-Jul-2009 18:33:53 WIB by john
semua masyarakat berkewajiban ikut melaksanakan ketertibaan, itu adalah warga yang baik. kita mendoakan saja buat arwah yg meninggal akibat perbuatan yang terhina ini... khusus untuk pihak aParat... hrus lbh ekstra dlm mengamankan kedaulatan bngasa........ jgn tinggal tidur tnggu gaji dan makan uang rakyat.........
22-Jul-2009 13:12:12 WIB by ass
Bawsanya orang yang meremehkan tugas dan kiprah Porli perlu dipertanyak kredibiltas sebagai WNI padahal dia tinggal di Indonesia,seyogyanta sebagai masyarakt berpartisipasi membantu Polri dalam menciptakan rasa aman di wilayah indonesia.
18-Jul-2009 15:46:57 WIB by ridwan
gmn bisa aman indonesia ini,,polisi saja taku tdan pengecut sama FPI, apalagi sama teroris,,djamin ga bakalan bisa menghacurkan teroris mujahidin,lihat saja
18-Jul-2009 11:39:07 WIB by dudy
mengingat bahayanya tinggi menjadi TIM Gegana. kira-kira pihak pemerintah sudah membuat jaminan...tidak..yaa...terhadap kelanjutan masa depan keluarganya ketika ada yang menjadi korban dalam tugasnya...bukan hanya jaminan tentatif. kayaknya ini perlu menjadi perhatian....

 

Nama:
Email:
Security Code: