indosiar.com, Jakarta - Setelah ditutup karena menjadi lokasi tempat terjadinya peristiwa pengeboman, Masjid Az Zikra, mulai hari Jumat (20/05) telah dibuka kembali. Meski telah dinyatakan aman dan mendapatkan penjagaan ketat pihak kepolisian bagi setiap pengunjung ke lingkungan Mapolres, jamaah yang berniat sholat Jumat di masjid ini masih sedikit.
Hari sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Polisi Anton Bahrul Alam kepada pers di mapolresta Cirebon Kota menyebutkan, tim forensik puslabfor mabes polri telah selesai melakukan proses identifikasi di lokasi ledakan. Beberapa barang bukti dan telah berhasil di kumpulkan termasuk jenazah Muhammad Syarif, pelaku bom bunuh diri yang terjadi pada 15 April lalu.
Dari proses identifikasi, polisi juga telah membongkar jaringan Muhammad Syarif dan telah menetapkan 16 orang tersangka. Salah satunya Muhammad Syarif, pelaku peledakan bom di Markas Polisi Resor Kota Cirebon. Hingga kini, Polri masih memburu lima lainnya.
Anton mengatakan Syarif merupakan anggota Jemaah Ansharut Tauhid wilayah Cirebon pimpinan Agung Nur Alam alias Abu Husana. Syarif dibaiat dengan penyampaian pembenaran terhadap aksi perampokan untuk menghancurkan Masjid Dhiror atau masjid yang dianggap tak berdasar kepada hukum Allah.
Selain menangkap sejumlah tersangka, polisi juga menyita barang bukti dari 14 tempat. Antara lain, enam pucuk senjata api laras pendek, tujuh magasin, dua granat pabrikan, video rencana bunuh diri dan pesan Syarif sebelum tewas. Polisi masih mengejar 5 tersangka anggota jaringan yang diduga masih membawa sejumlah bom rakitan yang siap di ledakkan.(Her)