
indosiar.com, Cirebon - (Jumat, 10.02.2012) Warga satu kampung di Cirebon, Jawa Barat, masih meyakini berharap kesembuhan dan keselamatan melalui air yang telah dicelup tombak jimat, warisan leluhur pendiri desa mereka. Melalui tradisi mider buyut, tombak yang selama satu tahun di simpan di keluarkan, untuk di arak keliling desa dan di celupkan ke ember-ember berisi air.
Inilah saat yang dinanti warga desa warga di Desa Bulak, Kecamatan Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat. Mereka menyiapkan bejana dan ember berisi air yang dicampur tujuh macam bunga. Ember-ember dan bejana ini sengaja diletakkan di depan rumah, sebagai tempat mencuci benda pusaka desa.
Setiap bulan Maulid dalam kalender Islam, warga Desa Bulak menyelenggarakan ritual mider buyut, yakni mengarak benda pusaka berupa tombak keliling desa sambil dicelup ke dalam ember yang sudah disiapkan warga, di sepanjang jalan rute arak-arakan.
Ratusan warga telah menanti rombongan mider buyut ini, langsung berebut air, yang nantinya digunakan untuk mandi sesaat setelah ujung tombak di celupkan ke dalam air. Ratusan warga mulai dari orang dewasa hingga balita, larut dalam siraman air yang dianggap mampu memberikan barokah dan keselamatan. Air ini juga digunakan warga untuk menyirami area tanaman padi mereka. warga berharap, dengan disiramnya air ke area pesawahan, hasil panen bisa maksimal.
Usai berkeliling kampung, rombongan ngunjung buyut ini kembali ke rumah kepala desa. Pusaka ini kemudian dicuci dengan air bunga tujuh rupa dan campuran boreh. Saat itulah warga yang berkerumun kembali berebut mengambil air bekas cucian ini. Benda pusaka ini konon warisan buyut Kesmadi, pendiri desa Bulak sebagai keturunan salah satu wali penyebar Islam di Jawa Barat. (Masyhuri wahid/Sup)