HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
BUDAYA

Pura Lampuhyang Luhur

Menapaki Tangga Menuju Tuhan





indosiar.com, Karangasem - (Kamis, 25/04/2013) Fokus pagi memiliki liputan khusus, tentang salah satu pura besar tertua di Bali. Pura Lampuhyang Luhur, di Karangasem, Bali. Bagi umat Hindu bersembanghyang di sana, wajib dilakukan sekali seumur hidup. Bagi orangtua muda laki perempuan, rela menapaki ribuan anak tangga. Anak tangga itu adalah simbol perjalanan hidup manusia menuju Tuhannya.

Siang itu di halaman pura penataran Agung Lempuyang, di lereng bukit Bisbis, Karangasem, ramai sekali. Ribuan orang berkumpul mengikuti sebuah prosesi yang disebut Pujawali.

Begitu ramai dan meriahnya perayaan, seolah inilah akhir dari perjalanan ke Pura Lempuyang. Padahal keramaian itu barulah pembuka dari perjalanan
menapaki 2000an anak tangga ke Pura Lempuyang Luhur.

Sementara itu cuaca mulai mendung. Cuaca di pura ini memang sering berubah. Sedangkan, pura dengan 2000 an anak tangga legendaris masih jauh di puncak gunung.

Dan inilah kaki tangga yang menjadi legenda itu. Jero Mangku Wangi menjelaskan, sebutan yang benar, bukan Pura Lempuyang. Tetapi Pura Lampuhyang. Yang artinya lampu dari Tuhan. Menurut pak mangku, dengan matahati yang jernih, dari puncak gunung itu akan terlihat pancaran cahaya Tuhan ke segala penjuru alam.

Dari Pura Telaga Mas, anak tangga pertama sudah lewat. Duapuluh menit kemudian, saatnya harus istirahat. Istilah harus istirahat digunakan karena, pantangan untuk bilang capek selama perjalanan.

Mengapa Pura Lampuhyang menjadi pura legendaris. Yang jelas, karena pura ini memiliki 2000an anak tangga. Pasti menjadi pura dengan tangga tertinggi di Indonesia. Bahkan mungkin di dunia. Belum pernah ada orang yang menghitung pasti berapa sebenarnya jumlah tangga naik ke pura luhur yang berketinggian lebih dari 1.500 meter dari permukaan laut. Ada yang mengatakan 1800 anaj tangga, ada juga yang mengatakan 2000 anak tangga.

Bangunan suci itu adalah pura besar tertua di Bali. Sejarah Pura Lampuhyang luhur tidak dapat dipisahkan dengan peristiwa turunnya Bhatara Tiga pada zaman dahulu dari gunung Mahameru ke Bali.

Pura Lampuhyang ini adalah salah satu Sad Kahyangan artinya pura yang menjadi penyangga arah mata angin di Bali. Dan inilah pura Pasar Agung. Itu artinya sedikit lagi sampai di puncak. Di pura ini para pemedek, atau pengunjung, beristirahat dan memanjatkan doa kepada Tuhan.

Benar saja, tak sampai tigapuluh menit kemudian, akhirnya sampai di Pura Lampuhyang Luhur. Inilah pura yang berada di atas awan. Jero Mangku Pasek sebagai pemangku pura telah siap di sela memimpin ritual bagi para pemedek, atau pengunjung. Rasa penat selama menapaki anak tangga menuju puncak, terasa hilang.

Soal pantangan bagi pendaki untuk bilang capek selama perjalanan sebenarnya hanya salah satu dari larangan yang ada.

Di ketinggian 1500 meter dari muka laut, Pura Lampuhyang luhur memiliki pohon bambu yang sakral. Mengeluarkan tirta yang sakral, yang biasa digunakan untuk muput berbagai upacara.

Mereka yang bermohon air sakral dengan cara yang lurus serta niat yang tulus, hampir pasti dikabulkan. Bagi umat Hindu di Bali mengunjungi Pura Lampuhyang Luhur adalah kewajiban sekali dalam seumur hidup. Selama berada di puncak Lampuhyang Luhur awan selalu menyelimuti. Semua kepenatan dan kesempitan terhapus dengan bersembahyang di pura di atas awan ini.

Perjalanan menapaki 2000 an anak tangga ke pura ini, bagi umat Hindu dipandang sebagai simbol perjalanan kehidupan. Setapak demi setapak harus dijalani dengan tekun. Waktu demi waktu harus dilalui dengan kesabaran. Kadang terasa penat, kadang terasa menyenangkan memandang alam sekitar. Inilah simbol perjalanan manusia menuju Tuhannya. (Tim Liputan/Sup)

Bookmark and Share