indosiar.com, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, bahwa sepuluh warga negara Indonesia yang turut dalam misi kemanusiaan ke jalur Gaza, saat ini telah dibawa dengan selamat ke perbatasan Yordania. Dua orang dilaporkan masih dirawat di Israel, namun tidak jelas dimana lokasinya. Pemerintah bertekad mencari kedua korban itu, kendati Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (02/06/10), mengatakan, sepuluh warga negara Indonesia yang sebelumnya ditawan pemerintah Israel, telah tiba di perbatasan Yordania.
Presiden SBY yang melakukan hubungan telepon dengan salah satu relawan ini mendapatkan informasi bahwa diantara 10 relawan, dua orang luka-luka yakni Surya Fahrizal dan Oktavianto yang terkena tembakan. Kedua relawan ini masih ditahan di Israel dan tidak diketahui dimana tepatnya lokasi mereka.
Presiden Yudhoyono mengatakan, Indonesia memang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Namun pemerintah akan terus berusaha mencari informasi kedua relawan itu melalui Dubes Yordania Zainul Bahar.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nadhatul Ulama Said Agil Siraj, seusai bertemu Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden, mengatakan, bahwa PBNU melalui lembaga-lembaga internasional mengupayakan agar Palestina lepas dari Israel. Dan konflik Palestina dan Israel adalah konflik politik, bukan konflik agama. (Iwan Munandar dan Warsam Aji Rukmana/Sup)