indosiar.com, Jakarta - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI, BNP2 TKI, terus memonitor keberadaan 15 TKI di tiga propinsi yakni Iwate, Admori dan Orika, yang belum diketahui nasibnya pasca terjadinya bencana tsunami di Jepang 11 Maret lalu.
Direktur Pelayanan dan Penempatan Pemerintah BPN2 TKI Haposan Saragih menegaskan, pihaknya terus berkordinasi dengan KBRI di Jepang terkait pencarian 15 TKI asal Indonesia sehingga segera diketahui kondisinya. Dari 25 TKI yang berada di empat propinsi di Jepang yang terkena bencana, 10 diantaranya yakni di Propinsi Admori, selamat dari musibah. Jauhnya lokasi bencana dari kantor KBRI serta putusnya hubungan telekomunikasi menjadi kendala tersendiri bagi BNP2 TKI untuk mendeteksi keberadaan tenaga kerja asal Indonesia yang mayoritas bekerja sebagai perawat di rumah sakit dan penjaga manula tersebut.
Lebih lanjut Haposan Saragih mengungkapkan, meskpiun terjadi bencana, pemerintah tidak akan menghentikan pengiriman tenaga perawat ke Jepang tahun ini. Pasalnya saat ini terdapat 88 tenaga perawat yang tengah menjalani proses akhir rekruitment dan akan berangkat ke Jepang awal Juli mendatang. Selain akan mengklarifikasi kembali kepada pemerintah Jepang apakah calon TKI yang ada akan ditempatkan di wilayah bencana, maka bagi calon TKI yang keberatan, bisa menolak rencana tersebut. (Ery Sofyan Hakim/Sup)