indosiar.com, Bali - Dua kelompok warga Desa Sela dan Bangli, Bali Kamis (15/02/06) kemarin, terlibat bentrok saat berlangsungnya penguburan jenazah salah seorang warga hingga mengakibatkan jenazah yang akan dikubur terbengkalai. Bentrokan dipicu perselisihan dua desa terkait kewajiban penggunaan kuburan desa adat setempat.
Bentrok bermula saat puluhan warga dari Banjar Bangli hendak menguburkan mayat salah seorang warganya Wayan Satra. Namun rencana itu ditentang warga Banjar Sela yang sebelumnya telah bersiaga di depan kuburan desa adat setempat.
Mereka saling bersikeras bentrok pun akhirnya terjadi. Puluhan petugas Dalmas Polres Bangli berusaha menghalau kedua kelompok warga. Namun upaya itu malah menyulut emosi warga. Akibatnya beberapa warga sempat berjibaku dengan polisi. Beberapa warga yang sudah marah bahkan sempat mengoyang-goyang keranda mayat yang sedang diusung hingga nyaris jatuh ke jalan.
Karena pintu masuk kuburan diblokir dengan balok kayu, mayat Wayan Satra sempat diterlantarkan di pinggir jalan. Wayan Satra ditolak dimakamkan di Tanah adat karena dinilai tidak aktif dalam kegiatan Banjar. Meski kedua kubu telah melakukan dialog di kantor desa setempat, namun sampai kemarin di TKP kejadian masih mencekam. Bentrok bernuansa adat ini merupakan ketiga kalinya. Bentrok dipicu akibat perselisihan kedua warga bertetangga ini terkait kewajiban penggunaan kuburan desa adat setempat. (Masuddin/Sup)