HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS

Bentrokan Saat Penguburan Mayat di Bali



indosiar.com, Bali - Dua kelompok warga Desa Sela dan Bangli, Bali Kamis  (15/02/06) kemarin, terlibat bentrok saat berlangsungnya penguburan jenazah salah seorang warga hingga mengakibatkan jenazah yang akan dikubur terbengkalai. Bentrokan dipicu perselisihan dua desa terkait kewajiban penggunaan kuburan desa adat setempat.

Bentrok bermula saat puluhan warga dari Banjar Bangli hendak menguburkan mayat salah seorang warganya Wayan Satra. Namun rencana itu ditentang warga Banjar Sela yang sebelumnya telah bersiaga di depan kuburan desa adat setempat.

Mereka saling bersikeras bentrok pun akhirnya terjadi. Puluhan petugas Dalmas Polres Bangli berusaha menghalau kedua kelompok warga. Namun upaya itu malah menyulut emosi warga. Akibatnya beberapa warga sempat berjibaku dengan polisi. Beberapa warga yang sudah marah bahkan sempat mengoyang-goyang keranda mayat yang sedang diusung hingga nyaris jatuh ke jalan.

Karena pintu masuk kuburan diblokir dengan balok kayu, mayat Wayan Satra sempat diterlantarkan di pinggir jalan. Wayan Satra ditolak dimakamkan di Tanah adat karena dinilai tidak aktif dalam kegiatan Banjar. Meski kedua kubu telah melakukan dialog di kantor desa setempat, namun sampai kemarin di TKP kejadian masih mencekam. Bentrok bernuansa adat ini  merupakan ketiga kalinya. Bentrok dipicu akibat perselisihan kedua warga bertetangga ini terkait kewajiban penggunaan kuburan desa adat setempat. (Masuddin/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
3-Apr-2006 10:54:13 WIB by wayan pegayaman
Aku ingin memberikan sedikit koreksi terhadap aturan adat yang tidak masuk akal seperti ini, sebenarnya kasus ini hanya merupakan salah satu kasus adat yang sudah tidak cocok lagi diterapkan pada jaman seperti sekarang ini. Baiklah.. kalaupun ybs pernah melakukan kesalahan sewaktu hidupnya tetapi tidak berarti perlakuan yg sama juga tetap sampai ybs jadi mayat, kalau begitu yang salah di sini ajaran agamanya atau manusianya ? yang jelas manusia itu sendiri yg salah yang karena ke egoannya saja mau menang sendiri ! Lalu kalau mayat tersebut umpamanya dibiarkan saja tidak dikubur atau dikubur di tanah milik ybs juga salah, karena sudah dipandang membuat leteh/cemar daerah yg bersangkutan (aturan adat di Bali seperti itu ). Nah sekarang mana yg terbaik harus kita lakukan , membuat leteh/cemar sehingga harus lebih banyak mengeluarkan biaya untuk menyucikan tempat kita atau memberikan untuk menguburkan mayat tersebut di kuburan yg sebenarnya dengan konsekwensi ada sanksi adat yg lebih manusiawi terhadap keluarga duka tersebut ? rasanya yg terakhir itu tentunya harus kita pertimbangkan, yang jelas ini bukan yg kepertama tapi sudah yg kesekian kali di tanah pulau dewata ini. Kasus lain yg mirip dengan itu adalah perlakuan yg sama terhadap seseorang yg beralih agama dari agama hindu ke yg lain kadangkala juga mendapat sanksi adat .
21-Feb-2006 10:55:50 WIB by Dedi Mulyadi
Bentrokan ini seharusnya tidak terjadi
18-Feb-2006 17:25:16 WIB by johan
tidak bagus

 

Nama:
Email:
Security Code: