HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
FOKUS

Kasus Pemerasan

5 Wartawan Salah Gunakan Profesi



Berita HOT:

indosiar.com, Jakarta - Setelah mengumpulkan informasi, keterangan, dan penjelasan ke beberapa pihak, dewan pers akhirnya memutuskan bahwa terjadi pelanggaran kode etik dan penyalahgunaan profesi wartawan. Meskipun demikian sampai saat ini dewan pers belum memiliki bukti kuat adanya praktek pemerasan yang dilakukan wartawan lima media terkait kasus pemberitaan penjualan saham perdana PT Krakatau Steel.

Setalah melakukan pemeriksaan silang terhadap pihak pihak terkait antara lain Harian Kompas, Seputar Indonesia, Detik.com, Metro TV, Konsultan IPO PT Krakatau Steel dan Mandiri Sekuritas, dewan pers memutuskan bahwa, telah terjadi pelanggaran kode etik dan penyalahgunaan profesi wartawan karena ada usaha yang dilakukan untuk mendapat saham perdana PT Krakatau Steel. Meskipun Demikian, dewan pers sejauh ini belum menemukan bukti bukti kuat adanya praktek pemerasan yang dilakukan wartawan terkait dengan kasus pemberitaan penjualan saham perdana PT. Krakatau Steel.

Terkait nama nama media dimana wartawannya terlibat pembelian saham PT Krakatau Steel, dewan pers menyampaikan bahwa, wartawan Detik.com dengan jujur mengakui dan dengan sukarela mengundurkan diri dari media itu.

Demikian juga dengan wartawan Seputar Indonesia telah mengundurkan diri. Dewan pers menghimbau Metro TV untuk melakukan pemeriksaan internal. Namun manajemen Metro TV tidak menemukan wartawannya terlibat. Terkait wartawan Kompas, dewan pers belum mengetahui apakah yang bersangkutan benar telah membeli saham PT Krakatau Steel. Namun berdasarkan bukti yang ada dewan pers memutuskan yang bersagkutan melanggar kode etik profesi. (Ahmad Fauzan/Amin/Sup)

Bookmark and Share