indosiar.com, Jakarta Selatan - Beginilah Arsal saat tengah beraksi, dengan tekun dan teliti, diperetelinya satu persatu ornamen jam dinding antik yang perlu diperbaiki.
Sudah 35 tahun lamanya pria paruh baya ini menekuni usaha service jam antik di bilangan Kemang Timur, Jakarta Selatan.
Usaha ini bermula dari hobi Arsal mengkoleksi barang-barang antik yang terbuat dari perselin pada tahun 1973. Lama kelamaan Arsal tertarik pada jam dinding buatan mancanegara yang sebagian besar terbuat dari kayu serta ornamen bagian dalamnya.
Tidak tanggung-tanggung, Arsal pun mempelajari mekanisme jam dinding antik hingga dia menjadi ahli memperbaikinya.
Kini sebagai tukang service jam dinding antik, nama Arsal akrab di telinga para penggemar jam antik. Tidak hanya diminta memperbaiki, Arsal juga menjadi para kolektor jam antik yang ingin melengkapi koleksi jam antik mereka.
Para pelanggan Arsal adalah orang asing yang menetap di Jakarta. Pria berusia 58 tak lupa memberi kiat kepada pemirsa bagaimana merawat jam antik agar tahan lama.
Diantaranya per jarum jam harus diputar paling tidak sekali semingu. Selain itu agar mesin jam tidak macet atau berkarat, setiap 6 bulan, mesin jam perlu disemprot dengan oli.(Muslichan/Novi Hartoyo/H)