indosiar.com, Jakarta - Puluhan karyawan Garuda yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Serikat Pekerja PT Garuda Indonesia Rabu (11/04/07) kemarin, mendatangi Kantor Menteri Negara BUMN. Kedatangan karyawan Garuda ini untuk menuntut mundur Direktur Utama PT Garuda Emirsyah Satar yang dinilai gagal memimpin Garuda.
Dalam pernyataan sikapnya, puluhan karyawan PT Garuda Indonesia ini menjelaskan, keterpurukan BUMN tersebut tidak hanya disebabkan oleh beban hutang yang sangat besar. Namun lebih diakibatkan oleh ketidakmampuan Emirsyah Satar dalam menjalankan bisnis Badan Usaha Milik Negara tersebut.
Emir dinilai bukan sosok yang tepat untuk memimpin PT Garuda ditengah perubahan kondisi pasar saat ini, sehingga Garuda terus mengalami kerugian dan tidak mampu membayar hutangnya kepada kreditur.
Menurut para karyawan Garuda ini dibawah kepemimpinan Emir, Garuda mengalami kegagalan manajemen dalam semua bidang sehingga Ditjen Perhubungan menurunkan peringkat standar keselamatan penerbangan Garuda menjadi kategori II. Dan sekitar 150 orang pilot berpengalaman memilih pindah ke perusahaan penerbangan lain.
Kepemimpinan Emir semakin dipertanyakan karena direksi berkali-kali mengeluarkan kebijakan sepihak yang melanggar perjanjian kerjasama sehingga mengakibatkan hubungan yang tidak harmonis antara karyawan dan direksi. Akibatnya terjadi aksi saling gugat antara serikat karyawan dengan manajemen di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan penyegelan kantor Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia.
Meski diijinkan masuk ke kantor Meneg BUMN, 10 orang perwakilan Sekretariat Bersama ini tidak dapat bertemu dengan Meneg BUMN. Mereka dijanjikan bertemu Meneg BUMN Senin depan. (Windu Tiastuti dan Waluyo Adi Susanto/Sup)