indosiar.com, Jakarta - Tuduhan bahwa wabah diare yang menjangkiti warga di wilayah Jakarta Utara adalah akibat bakteri yang dibawa air minum kemasan isi ulang ditampik kalangan pengusaha air kemasan isi ulang. Menurut mereka, kualitas dan baku mutu air isi ulang yang mereka jual selalu terjaga melalui serangkaian tes laboratorium dan uji mikrobiologi pertiga bulan.
Dugaan penyebab diare di wilayah Jakarta Utara sepekan terakhir ini disebabkan air isi ulang dibantah keras para pengusaha air isi ulang di wilayah Rawa Badak, Jakarta Utara. Menurut pengusaha air isi ulang Hadi Purwanto, kualitas dan baku mutu air yang dijualnya 3000 rupiah pergalon selalu dijaga.
Setiap tiga bulan sekali Hadi melakukan tes laboratorium dan uji mikrobiologi sehingga air isi ulang yang disuplai dari Gunung Putri ini dijamin bermutu baku air minum langsung. Hadi menyayangkan kalau air isi ulang dijadikan penyebab diare.
Hal ini pula diakui Sukmo, warga Rawa Badak yang juga mempunyai anak dibawa satu tahun, tetapi tidak punya masalah dengan air isi ulang.