HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS

Penyiksaan TKW, Pulang Tak Digaji dan Nyaris Lumpuh



indosiar.com, Jember - Kisah pilu kembali dialami seorang Tenaga Kerja Wanita Indonesia (TKW) yang bekerja di Arab Saudi. Retno, warga asal Jember, Jawa Timur yang telah 2 tahun bekerja sebagai pembantu rumah tangga pulang dalam keadaan hampir lumpuh karena kerap disiksa majikannya.Retno bahkan pulang tanpa membawa gaji selama bekerja karena menurut majikannya uang tersebut digunakan untuk membayar biaya perawatan Retno di rumah sakit.

Suasana haru menyelimuti keluarga Sampi Retno (27), warga Desa Sabrang, Kecamatan Ambulu Jember, Jawa Timur yang bekerja sebagai TKW di Arab Saudi.

Bukannya membawa oleh - oleh dan uang mata Real, wanita yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga ini justru pulang dalam kondisi mengenaskan. Tubuhnya dipenuhi bekas luka akibat disiksa keluarga majikannya selama 2 tahun bekerja.

Retno kini bahkan nyaris lumpuh dan terancam cacat seumur hidup. Ironisnya ia tidak bisa melaporkan penyiksaan tersebut kepada keluarga dan pihak KBRI karena jalur telepon di rumah majikannya di putus.

Retno sempat dirawat di Rumah Sakit Abdurrahman Al Sundari di Riyad akibat terus disiksa. Bahkan menjalani operasi di bagian dada karena gangguan pernapasan akut. Derita TKW malang ini bertambah karena saat dipulangkan paksa, ia tidak menerima gaji dari sang majikan dengan alasan untuk menutupi biaya perawatan di rumah sakit.

Selain tidak pernah menerima gaji selama bekerja hak - hak klaim asuransi Retno juga belum jelas. Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Jawa Timur mendesak pemerintah segera turun tangan. Retno diberangkatkan ke Arab Saudi melalui PJTKI PT Adi Mitra Selaras Internasional yang beralamat di Condet, Jakarta Timur. (Tim Liputan/Dv).

Bookmark and Share


Page: 1
4-Mar-2008 08:46:36 WIB by l.abdulrify.d
Kita mendengar berita2 seperti ini memang gemas akan kelakuan perorangan yang menjadi majikan dari seorang bangsa kita, yang mencoba mencari perbaikan nasib dan nafkah hidup diluar negeri.

Mereka kok tidak berani terhadap bangsanya sendiri, Ya. Mereka tidak mampu membayar tenaga bangsa sendiri, karena orang Arab, Malaysia atau Singapore dan Jepang, tidak ada gairah untuk menggunakan bangsanya sendiri sebagai pembantu.

itu karena tidak ada yang mau dan harus mempunyai kedudukan yang sama, bukan? Kita ini merupakan hal yang kembali pada zaman yang dialami oleh Negro, Cina dan bangsa lain, yang dianggap lebih rendah dari bangsa Eropa pada umumnya.

Secara sporadis di Indonesia pun masih ada majikan2 yang suka saja menganiaya atau memperkosa pembantunya, serasa menjadi budak yang haris taat dan tidak boleh protes sedikit pun, bukan?
Apa maksudnya menganiaya orang yang tergantung nasibnya dari kita yang memnberikan bayaran atas jerih payah mereka, karena kita pada umumnya untuk bekerja! Apalagi kerjaan yang kotor2 seperti membersihkan WC.
Memang hal itu menyangkut pendidikan, pengertian dan menghargai sesama kita, sekalipun tingkatan sosialnya lebih rendah dari kita sendiri.

Kebanyakan yang kenal dengan perilaku orang Arab. Cina, Malaysia dan diantaranya juga suku2 kita seperti Madura, Palembang, Aceh, Jawa, Sunda dan lain2nya .....ada saja yang mempunyai sifat kekerasan, terkadang seperti hewan saja. Benar tidak? Hal itu memang menyangkut pendidikan moral, emosi dan etika serta
3-Mar-2008 18:18:01 WIB by ayu
mestinya penyalur -penyalur tenaga kerja ke luar negeri harus bertanggung jawab ,jangan hanya menyalurkan aja tanpa pernah tahu kondisi para tenaga kerja ,dan peringgatan juga pada warga Indonesia yg inggin bekerja di arab saudi harus hati-hati ,negara ini adalah kebanyakan orang .orangnya ringgan tanggan cepat sekali ,berlaku kasar,u00001321++++++++++++++++++++++++
















































peringgatan buat para pencari kerja ke luar negeri untuk berhati" dan mestinya juga penyalur tenaga kerja harus selalu memperhatikan kondisi tenaga kerja luar negeri jangan hanya mencari untung aja dan tidak perduli kondisi tenanga kerja yg telah di berangkatkan ,harus bertanggung jawab penuh atas jiwa tenanga kerja tersebut dan stop mengirim tenaga kerja ke arab saudi ,karena negara ini orang" nya terkenal ringgan tanggan untuk berlaku kasar.
un

















,,,,,,,,,,,,0
63,
,+25,336+
3-Mar-2008 17:36:04 WIB by mujiarti
Gimana sih pemerintah?
TKW makin hari makin banyak korban di siksa orang arab. nih kita bukan hewan meskipun hewan punya rasa kasih kita manusia sama yang hidup mulia di dunia ini ko masih ada orang kafir di arab menyiksa sesama umat titipan alloh aku sebut itu lebih dari kafir orang kafir aja gak sejahatseperti orangdi arab di luar negri gak ada kejadian pembunuh pembantu semua sama babu itu sama di arab babu itu di bawah kaki mereka dasar kafir... mereka itu arab atau apa?punya agamaatau gak? gak tau agama kali tar merekaakan merasakan siksaan dari neraka baru tuh orang nyaho di dunia meraja di mataalloh gak ada yang meraja rahasia apa ajaran islam di arab kaya nya lain dari isi alQuran terus isi alQuran mereka rubah dan di salah mengertikan apa tuharti dari kitab suci alQuran kita indonesia mesti tegas untuk menegas kan hukum Gimana TKW kita bisa selamat dan tidak banyak korban korban pembunuhan dan siksaan orang bos bos mereka ,arab malaisia singapore jepang melanggar hukum minta tebusan dan hukum semaksimaksimal mungkin kita mesti ada yang bertanggung jawab dengan yang satu ini dimana tanggung jawab pemerintah untuk membela hak hak TKW yang bekerja di arab saudi selalu ada korban...lain dan lain dan indonesia mesti hukum orang yang terus dan terus memakan uang negara terusterjadi begitu rakyat kita jadi korban karna keserakahan orang ...

 

Nama:
Email:
Security Code: