indosiar.com, Mataram - Dikeluarkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri terkait keberadaan jemaah Ahmadiyah ditanggapi dingin oleh pengungsi Ahmadiyah di Lombok, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Walau terancam terusir oleh Walikota Mataram, para jamaah tersebut menyatakan keteguhan sikap atas paham dan keyakinan mereka terhadap Ahmadiyah.
Ratusan pengungsi jamaah Ahmadiyah di Wisma Transito Mataram menangis terharu menyusul dikeluarkannya SKB 3 Menteri yang menyatakan pelarangan aliran ini. Namun Mubaliq Ahmadiyah NTB, Syamsul Uyun menyatakan mereka akan tetap teguh pada paham dan keyakinan Ahmadiyah.
Sementara itu Walikota Mataram Muhammad Ruslan menegaskan sikap pemerintah kota Mataram untuk mengusir para pengungsi jamaah Ahmadiyah yang dinilai mulai mengancam stabilitas dan keamanan di kota Mataram. Bahkan Ruslan mengkritik semua kondisi stabilitas di daerah terkait keberadaan Ahmadiyah merupakan akibat tidak tegasnya pemerintah pusat.
Menanggapi ancaman pengusiran para jemaah Ahmadiyah menyatakan akan meminta suaka ke luar negeri jika pemerintah Indonesia melarang mereka untuk berada di Indonesia. Namun Syamsul menyakini SKB yang dikeluarkan pemerintah tidak akan merubah keberadaan mereka sebagai warga negara Indonesia yang dilindungi Undang Undang. (Agus Zaeroni/Sup)