indosiar.com, Bekasi - Hanya karena melunasi SPP dan sumbangan awal tahun ratusan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri I Kota Bekasi terpaksa tak dapat memiliki Surat Tanda Tamat Belajar atau Ijazah. Akibatnya mereka juga tidak bisa diterima bekerja dengan alasan tak dapat menunjukkan ijazah asli.
Sebanyak 125 pelajar lulusan SMK Negeri I Kota Bekasi di Jalan Bintara VIII Kelurahan Bintara Kecamatan Bekasi Barat tahun 2007 - 2008 belum menerima Surat Tanda Tamat Belajar atau STTB ijazah asli. Ijazah mereka masih tertahan di pihak sekolah karena belum lunasnya pembayaran baik SPP maupun sumbangan awal tahun.
Kondisi ini membuat para siswa lulusan SMK Negeri I Kota Bekasi mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Seperti yang dialami oleh Rangga Arfrianto yang tinggal bersama orangtuanya di Jalan Caman Raya, Kelurahan Jati Bening, Kecamatan Pondok Gede Kota Bekasi dengan nilai tunggakan 2 juta 540 ribu rupiah. Dirinya tidak mendapatkan ijazah karena ditahan oleh pihak sekolah.
Pihak SMK Negeri I Kota Bekasi menyatakan dari 400 siswa angkatan kelulusan tahun 2007 - 2008 terdapat 125 siswa masih memiliki tunggakan dengan jumlah 130 juta rupiah.
Pihak sekolah mengaku tidak akan bersikap kaku jika orangtua murid dapat menjelaskan dengan baik maka ijazah asli dapat diserahkan. (Awang Darmawan/Sup)