indosiar.com, Jakarta - Pihak Pertamina membantah terjadinya kelangkaan premium disejumlah daerah. Menurut Pertamina, persediaan premium cukup dan tidak mengalami pengurangan sedikitpun. Kalaupun terjadi kekosongan disejumlah SPBU, karena pihak pengusaha SPBU yang tidak mengantisipasi tingginya permintaan menyusul terjadinya penurunan harga premium.
Bantahan terjadinya kelangkaan premium diungkapkan Vice President Communication Pertamina Anang Rizkani Noor di Jakarta. Menurut Anang, kelangkaan premium disejumlah SPBU lebih karena kebijakan pihak pengusaha yang tidak segera mengantisipasi tingginya permintaan masyarakat menyusul turunnya harga premium dan bukan karena terbatasnya persediaan premium di Pertamina.
Pertamina sendiri mengaku menyediakan jatah lebih banyak dari biasanya 50 ribu kiloliter menjadi 55 ribu kiloliter perhari.
Anang menambahkan, penurunan harga premium sepenuhnya kewenangan pemerintah dan Pertamina hanya menjalankan. Sementara terkait dugaan adanya pengusaha SPBU nakal, Pertamina akan terus melakukan pengawasan. (Ahmad Baehaqi/Amin/Sup)