indosiar.com, Maluku Tengah - Terkait bentrokan di Masohi, Maluku Tengah, polisi telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Kedua pelaku adalah guru SD Negeri 4 Masohi dan Asmara Wasahua, koordinator aksi demo yang berakhir dengan kerusuhan sara di Masohi.
Kepolisian Resort Maluku Tengah mulai mengungkap dalang kerusuhan sara yang menyebabkan kota Masohi lumpuh total sejak Selasa (09/12) siang. Polisi menetapkan dua orang tersangka sebagai dalang kerusuhan itu. Mereka adalah Welhelmina Hole, guru SD Negeri 4 Masohi sebagai pelaku penghinaan terhadap agama tertentu, dan Asmara Wasahua, koordinator aksi demo yang berakhir dengan kerusuhan sara yang terjadi di kota Masohi, Ibukota Maluku Tengah.
Asmara langsung digelandang ke Ambon dengan menggunakan pesawat khusus kepolisian dari lapangan terbang Amahae, Maluku Tengah dan tiba di Bandara Pattimura Ambon sekitar pukul 13.00 WIT. Koordinator demo yang berakhir dengan kerusuhan sara di Masohi ini akan diperiksa oleh tim penyidik Polda Maluku.
Sedangkan Welhelmina yang merupakan pelaku penghinaan terhadap agama Islam, masih diamankan di Mapolres Maluku Tengah untuk menjalani pemeriksaan. Sementara itu situasi kota Masohi, Maluku Tengah pasca kerusuhan sara Rabu (10/12/08) kemarin, berangsur-angsur normal. Namun aparat TNI/Polri dengan senjata lengkap masih bersiaga di jalan-jalan, terutama di daerah perbatasan antar dua komunitas Islam - Kristen seperti di Letuwaru dan Lesani, Kota Masohi.
Dilokasi yang menjadi pusat kerusuhan sara ini aparat TNI dan Polri bersiaga di jalan-jalan. Petugas juga melakukan sweeping terhadap warga yang membawa senjata tajam. Sejumlah senjata tajam seperti parang dan panah berhasil diamankan oleh aparat. Sebagian warga yang mengungsi juga mulai kembali untuk melihat puing-puing rumah mereka yang terbakar dalam kerusuhan sara itu. (Jabar Tianotak/Sup)