indosiar.com, Bogor - Hanya telat satu hari membayar uang SPP, seorang siswa Sekolah Dasar di Cibinong, Bogor, tidak diperbolehkan mengikuti ujian semester. Bahkan siswa kelas I SD ini dipaksa meninggalkan ruang ujian hanya karena keterlambatan membayaran SPP yang tidak diketahuinya.
Rastra Setiawan, siswa kelas I Sekolah Dasar Eka Wijaya di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini masih terlihat shock, setelah dikeluarkan dari kelasnya oleh pihak sekolah saat mengikuti ujian semester dikelasnya. Penyebabnya hanya karena bocah berusia 6 tahun ini terlambat 1 hari membayar SPP sebesar 180 ribu rupiah.
Akibat perbuatan pihak sekolah, orangtua Rastra mendatangi pihak sekolah untuk mempertanyakan kebijakan tersebut. Menurut ibunya, tindakan pihak sekolah dinilai berlebihan karena khawatir anaknya mengalami gangguan psikologi.
Terkait masalah ini pihak sekolah mengatakan, tindakan tersebut sesuai aturan yang diberlakukan pihak sekolah. Hal tersebut dilakukan agar semua siswa membayar SPP tepat waktu. Pihak orangtua Rastra sendiri akan melaporkan masalah ini ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dan Komnas Perlindungan Anak. (Iwan Kurniawan/Dv).