indosiar.com, Jakarta - Meski pemilu legislatif dan libur panjang sudah hampir sepekan berlalu namun sejumlah bahan pokok pangan hingga saat ini masih belum stabil. Bahkan sejumlah komoditas seperti cabe rawit dan telur ayam hingga Selasa (14/04/09) justru mengalami kenaikan. Kondisi ini sungguh sangat ironis ditengah-tengah janji kampanye para tokoh yang akan meringankan beban masyarakat.
Janji-janji kampanye partai politik dan sejumlah tokoh nasional untuk mensejahterakan kehidupan rakyat dan menurunkan harga sembako di masyarakat ternyata hanya tinggal janji. Sebab hingga hari ini harga sejumlah bahan pokok pangan masih tidak menentu, bahkan sejumlah komoditas justru mengalami kenaikan.
Dari pantauan tim liputan Indosiar di Pasar Jelambar, Jakarta Barat, sejumlah komoditas mengalami kenaikan antara 50 hingga 100 persen. Sayuran jenis cesim dan kol naik menjadi 5000 rupiah perkilogram dari harga semula 3000 rupiah. Sedangkan cabe rawit dari harga 12.000 rupiah perkilogram hari ini dijual 13.000 rupiah setelah sehari sebelumnya naik seharga 30.000 rupiah.
Komoditas lain yang tidak stabil harganya adalah telur ayam dari 12.000 rupiah menjadi 15.000 rupiah. Bawang putih dari 3.000 rupiah menjadi 6.000 rupiah, sementara bawang merah dari harga 7.000 rupiah menjadi 14.000 rupiah perkilogram. (Muslichan/Wahyu Wacana/Sup)