indosiar.com, Padang - Gempa bumi berkekuatan 7,6 skala richter yang mengguncang kota Padang dan sejumlah daerah di Sumatera Barat, yang sudah berlangsung tiga bulan silam, masih menyisakan penderitaan bagi para korban. Bahkan ratusan siswa Skeolah Dasar, kini beramai-ramai menuntut pembangunan sekolah mereka yang roboh diguncang gempa.
Aksi unjuk rasa ratusan siswa Sekolah Dasar menuntut pembangunan kembali Sekolah Dasar mereka yang roboh, digelar di depan kantor gubernur Sumatera Barat. Mereka umumnya dalah siswa yang telah kehilangan sekolah, dan harus mengikuti proses belajar mengajar di tenda-tenda darurat, setelah diguncang gempa sejak 30 September silam.
Para siswa ini juga menagih janji gubeernur, yang hingga saat ini belum merealisasikan pembangunan sekolah. Mereka juga meminta pemerintah membangun jalur untuk evakuasi, jika terjadi trunami.
Menanggapi tuntutan para siswa ini, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Firdaus, menyatakan, pihaknya belum bisa membangun sekolah maupun rumah warga yang rusak akibat gempa, karena dana bantuan, baru akan diterima dari pemerintah pusat pada tahun 2010 mendatang.
Hingga saat ini, ratusan bahkan ribuan murid sekolah dasar masih belajar di sekolah darurat yang terbuat dari kayu dan tripleks. Bahkan ada yang juga yang masih belajar di tenda-tenda darurat.(Juhardio Anse,Her)