indosiar.com, Jakarta - Nurhamidah dan suaminya Indra, sekitar pukul 10.30 WIB, Selasa pagi tiba di kamar jenazah Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Pasangan suami istri ini datang untuk mengambil jenasah, Ardiansyah, 9 tahun, anaknya yang tewas di mutilasi oleh tersangka Baikuni alias Babe pada 8 Januari 2010, di kilometer 27 Kanal Timur. Tampak kesedihan mendalam dirasakan Nurhamidah, saat menunggu hampir satu jam akhirnya jenasah anaknya, Ardiansyah, dimasukan kedalam peti jenasah oleh petugas, untuk kemudian disholatkan.
Sementara itu, suasana di Pemakaman Umum Kresek, Semper, Cakung, Jakarta Timur, Selasa siang, dipadati warga dan teman almarhum Ardiansyah, yang ingin mengiringi pemakaman bocah yang menjadi korban mutilasi ini. Isak tangis keluarga dan teman korban seketika terjadi saat mengiringi peti mati dikeluarkan dari mobil ambulan Rumah Sakit Polri, menuju tempat pemakaman korban.
Intan, teman dekat korban yang mengaku pernah ngamen bersama korban, tak henti - hentinya meratapi kepergian Ardiansyah. Intan meminta agar Babe alias Baequni dihukum seberat - beratnya.
Dalam perkembangan yang sama, petugas Polda Metro Jaya dan Polres Kuningan, Jawa Barat Selasa kemarin membongkar kuburan yang diduga kuat sebagai korban mutilasi Baekuni alias Babe. Pembongkaran ini dilakukan menyusul pengakuan Babe yang menyodomi dan memutilasi 2 anak jalanan dari Jakarta di Kuningan, sekitar 12 tahun lalu.
Pembongkaran ini dilakukan usai rekonstruksi Babe di 2 sungai di Kecamatan Ciwaru, Kuningan. Semula, makam ini merupakan korban mutilasi yang tak dikenali identitasnya 12 tahun lalu. Namun, keterangan tersangka Baekuni alias Babe yang mengaku memutilasi dan membuang mayat 2 bocah di sungai Cisanggarung dan Cigolo, cocok dengan keterangan warga. Korban bernama Aris ini disodomi di bawah jembatan dan dimutilasi oleh babe. Mayatnya dihanyutkan hingga akhirnya ditemukan warga.
Sementara korban lain yang diduga bernama Teguh, dimutilasi menjadi 7 bagian dan dihanyutkan di sungai Cigolo. Jenazah Teguh sendiri dimakamkan pihak Rumah Sakit Gunungjati Cirebon dengan status mayat tak dikenal tanpa kepala .
Saat diangkat dari makam, jasad Aris telah hancur. Polisi dan tim forensik hanya bisa mengambil tulang kaki dan potongan rahang untuk sampel DNA. Dari hasil identifikasi sementara, diperkirakan korban berusia sekitar 12 tahun .
Sementara itu, terungkapnya kasus pembunuhan dan mutilasi, yang dilakukan oleh Baikuni alias Babe, membuat keluarga yang berada di Magelang, Jawa Tengah, menuntut keadilan. Pasalnya, dimata keluarga dan lingkungannya, Babe dikenal sesosok orang yang baik serta tidak menunjukkan sifat yang
menyimpang. Selain itu, Babe juga dikenal dekat dan sering memberikan oleh oleh pada warga setiap pulang kampung .
Di mata keluarga, Baikuni dikenal pria yang baik serta perhatian terhadap keluarga, dan memang dikenal senang dan dekat dengan anak kecil. Pasalnya, menurut Budanto, kecintaan pamannya Baikuni terhadap anak kecil ini lantaran, sudah tiga kali menikah namun pamannya tidak dikaruniani anak.
Babe selain dikenal sesosok orang yang baik dan ramah pada keluarga maupun warga di Magelang, dirinya juga dikenal hobi dengan memasaknya, dikeluarganya. (Tim Liputan/Sup)