indosiar.com, Lumajang - Meningkatnya curah hujan, menyebabkan warga sekitar aliran sungai Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, makin waspada. Ancaman banjir lahar dingin bisa terjadi sewaktu-waktu seperti yang terjadi Sabtu kemarin. Para penambang pasir terpaksa menghentikan penambangan saat puncak Mahameru diguyur hujan.
Begilah suasana detik-detik banjir lahar dingin Gunung Semeru terjadi. Para penambang pasir di Sungai Besuk, Sat Desa Pasru Jambe, berlarian menyelamatkan diri dari derasnya aliran material gunung itu.
Bagi para penambang, situasi ini sudah biasa dialami. Karena pada musim penghujan, dari gunung tertinggi di Jawa itu, hampir dipastikan terjadi banjir bandang lahar dingin. Jika tak waspada, maut bisa menjemput siapa saja yang berada di badan sungai.
Lahar dingin Gunung Semeru juga memutus jalur transportasi yang menghubungkan Kecamatan Pasrujambe dan Candipuro. Jalur alternatif ini sering dimanfaatkan warga karena jaraknya paling dekat menghubungkan dua kecamatan itu.
Warga sekitar aliran sungai terdekat dari Gunung Semeru, Lumajang, harus makin waspada dengan banjir lahar dingin ini. Diantaranya warga di tiga kecamatan terdekat, yakni Pronojiwo, Candipuro, dan Kecamatan Pasrujambe.(Nursalim/Ijs)