Keributan ini terjadi saat dibukanya Konferensi Cabang Tiga atau Konfercab PDI Perjuangan untuk memilih Ketua DPC PDIP periode 2010 - 2015. Kubu Supriyanto, calon ketua DPC PDIP mempersoalkan keabsahan dua pengurus PAC yakni PAC Gempol dan Bangil, untuk mengikuti pemilihan ketua DPC. Sementara kubu Edi mengklaim, dua PAC telah sesuai dengan aturan partai. Karena tidak ada kata sepakat, maka timbulah keributan.
indosiar.com, Pasuruan -
Melihat suasana semakin memanas, Ali Muji, ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, selaku pimpinan sidang seketika menghentikan sidang. Namun keputusan ketua DPD PDI P ini semakin membuat suasana makin panas. Kedua kubu yang berseteru merasa tidak puas dan keributan pun berlanjut.
Sementara konferensi cabang PDIP Nganjuk, Jawa Timur diwarnai unjuk rasa. Ratusan massa kader PDIP yang dilarang masuk ke arena Konfercab terlibat aksi saling dorong dengan Satgas PDIP di Hotel Istana kota Nganjuk.
Ratusan kader partai berlambang Banteng Moncong Putih ini menyatakan, menolak pencalonan Bupati Nganjuk Taufikurahman menjadi calon ketua DPC PDIP, karena syarat dengan nuansa money politik dan melanggar ADART partai.
Menurut aturan ADART, calon ketua cabang PDIP, harus pernah menjadi pengurus anak cabang. Sementara Bupati Taufik, belum pernah menjadi pengurus anak cabang. Dia baru menjadi anggota PDIP saat mencalonkan diri sebagai bupati setahun lalu.
Perwakilan pengunjuk rasa sempat diperbolehkan masuk keareal hotel, namun mereka kembali diusir keluar oleh Satgas hingga memancing emosi massa. Ratusan kader PDIP akhirnya meluapkan emosi dengan mencabuti bendera PDIP yang terpasang disekitar arena Konferensi Cabang. Massa mengancam akan menyatakan mosi tidak percaya bila Taufikurahman terpilih menjadi ketua DPC PDI 2010 - 2015. (Tim Liputan/Sup