indosiar.com, Padang - Setelah sempat tertunda akhirnya pansus DPRD Padang yang menangani kasus pasar, bantuan gempa, dan terminal berhasil menghadirkan Walikota Padang, Fauzi Bahar untuk dimintai keterangan di Gedung DPRD Padang.
Pada awal rapat dibuka, rapat pansus sudah mulai memanas. Walikota Padang, Fauzi Bahar yang tidak memaparkan alasan pembangunan kios darurat, diprotes anggota pansus karena dinilai terlalu teknis. Sedangkan yang diminta adalah tentang kebijakan walikota membuat 1200 kios darurat, pasca gempa 30 September tahun lalu.
Suasana tambah panas dengan aksi walk out yang dilakukan seorang anggota pansus Maidesta Harinaesa dari Fraksi PPP, yang keberatan pertanyaannya dibatasi oleh ketua pansus.
Namun pansus tidak terpengaruh dengan aksi walk out tersebut dan rapat konsultasi dengan Walikota Padang tetap dilanjutkan.
Pansus ini dibentuk atas desakan Forum Warga kota Padang yang mempersoalkan pembangunan 1200 kios darurat, yang dianggap menyengsarakan pedagang pasar, persoalan bantuan gempa yang tidak kunjung turun dan masalah terminal angkot yang hilang karena pendirian pasar modern. (Johardio Anse/Sup)
| Showing 1 to 2 of 2 comments | Page: 1 |