indosiar.com, Situbondo - Demam berdarah hingga saat ini masih terus menjangkiti warga di sejumlah daerah. Di Situbondo, Jawa Timur, pihak rumah sakit daerah setempat menerima 3 hingga 5 pasien rawat inap setiap harinya. Hingga saat ini tercatat dua pasien meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit, karena pihak keluarga terlambat membawa penderita ke rumah sakit.
Hingga awal tahun 2010, jumlah penderita demam berdarah dengue yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Aaburraheim, Situbondo, Jawa Timur mencapai lebih 100 pasien. Bahkan pada bulan Februari ini, RSUD menerima 3 hingga 5 pasien dbd setiap harinya.
Sebagian penderita dbd yang menjalani rawat inap ini adalah anak-anak, meski tidak sedikit juga kalangan orang dewasa. Bahkan sejumlah pasien telah menjalani rawat inap hingga lebih sepekan. Umumnya para penderita mengalami panas tinggi disertai munculnya bintik-bintik merah di sekujur tubuh, hingga keluarnya darah dari hidung.
Selain lingkungan yang kurang bersih, curah hujan yang tinggi hingga menyebabkan banjir, kian memperburuk penyebaran wabah dbd.
Dari lebih 100 pasien rawat inap di RSUD Situbondo, dua diantaranya meninggal dunia saat menjalani perawatan. Diduga korban meninggal karena terlambat mendapat pertolongan di rumah sakit.(Tomy Iskandar/Ijs)