indosiar.com, Sukabumi - Wabah demam berdarah juga berjangkit di Sukabumi, Jawa Barat. Akibat meningkatnya jumlah penderita, Rumah Sakit Umum Daerah R Syamsudin, Sukabumi kekurangan darah untuk pasien dbd. Hingga bulan Februrari ini, ratusan pasien dirawat di RSUD setempat.
Beginilah kondisi pasien demam berdarah yang dirawat di Ruang Kaca Piring, Rumah Sakit R Syamsudin, Kota Sukabumi. Rata-rata dari mereka telah dirawat lebih dari dua hari. Gejala yang mereka alami adalah panas tinggi, kepala pusing dan mual-mual.
Salah satu pasien yang masih dirawat adalah Kusnadi. Warga Kecamatan Citamiang ini sudah dua hari dirawat di rumah sakit, setelah di nyatakan positif demam berdarah.
Selain menyerang orang dewasa, demam berdarah juga menjangkiti kalangan anak-anak. Berdasarkan data dari Rumah Sakit R Syamsudin, selama bulan Januari, pasien yang sudah dirawat mencapai 438 orang. 340 diantaranya dinyatakan postif dbd.
Direktur Rumah Sakit R Syamsudin, dokter Suherman mengatakan, diperkirakan jumlah pasien dbd akan terus meningkat hingga bulan Juni nanti. Dan untuk mengantisipasi lonjakan pasien, pihaknya telah menyiapkan 80 tempat tidur tambahan serta 127 tenaga medis. Karena banyaknya pasien, pihak rumah sakit mengalami krisis darah.
Sementara itu data pada tahun 2009, jumlah penderita dbd mencapai sebanyak 1.392 kasus, dengan dua orang warga meninggal dunia. Sebagaian besar wilayah Kota Sukabumi, sangat rawan penyebaran dbd. Dari 33 kelurahan, 22 diantaranya merupakan daerah berkembang biaknya nyamuk demam berdarah atau aides aigepty.(Wulan Sapto Hadi/Ijs)