HOME | CONTACT US | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Tidak Mampu Bayar

Pasien Diancam Dipindahkan ke Ruang Isolasi







indosiar.com, Bandung - Seorang pasien korban kecelakaan yang dirawat di Rumah Sakit Immanuel, Kota Bandung, Jawa Barat, tidak diijinkan pulang, karena tidak mampu melunasi sisa biaya perawatan. Pihak rumah sakit bahkan mengancam akan memindahkan pasien ke ruang isolasi. Kasus yang sempat tercium kalangan pers ini sempat menimbulkan ketegangan, saat wartawan berusaha mengkonfirmasi persoalan ini ke pihak rumah sakit.

Ketegangan terjadi saat wartawan yang tiba di Rumah Sakit Immanuel dicegah petugas keamanan rumah sakit. Mereka bahkan melarang wartawan melakukan peliputan terkait adanya laporan pasien yang ditahan pihak rumah sakit, karena tidak mampu membayar biaya perawatan.
Pihak keamanan rumah sakit bahkan menghalang-halangi tindakan tim liputan, yang akan mengambil gambar.

Kasus ini menimpa Tedi Hermawan, warga Parongpong, Kabupaten Bandung. Tedi sudah hampir sebulan dirawat di Rumah Sakit Immanuel, karena luka di sekujur tubuhnya, akibat kecelakaan lalu lintas di jalan tol Padalarang, pada 13 Februari lalu.

Menurut istri Tedi, Heni Hermawati, suaminya tidak diijinkan pulang, karena tidak mampu membayar sisa biaya perawatan sebesar 10 juta rupiah. Bahkan, menurut Heni, pihak rumah sakit sempat mengancam akan memindahkan suaminya ke ruang isolasi, jika tidak segera melunasi kekurangan.

Namun pernyataan ini dibantah pihak rumah sakit. Menurut pihak rumah sakit, Tedi akan dipindahkan ke ruang khusus yang lebih nyaman, bukan ruang isolasi.

Biaya perawatan pasien seharusnya jadi tanggungjawab Jasa Raharja, karena pasien mengalami kecelakaan di jalan tol. Namun, sejak pasien dirawat, asuransi dari Jasa Raharja tidak juga cair, sehingga keluarga sempat mengajukan Jamkemas, namun ditolak rumah sakit.(Cecep Hendar/Ijs)

Bookmark and Share


Page: 1
3-May-2010 10:34:28 WIB by vonny
minta pendapat.
ada pasien miskin dirawat dirumah sakit swasta Jakarta. Biaya perawatan mencapai 37 jutaan . pasien kekurang biaya sebesar 18 juta.Pasien belum bisa pulang kalau belum lunas. sementara dari hari kehari biay jalan terus.
Adakah yang bisa memberikan solusinya?
Terima kasih
11-Mar-2010 10:40:23 WIB by Abdulrify
Terkadang rumah sakit ini mbangkang dan enggan sekali untuk merawat orang yang tidak mampu. Apakah ini sudah menjadi budaya di negara kita, untuk membiarkan orang tidak mampu mengakhiri hidupnya pada saat sednag enderita???
10-Mar-2010 13:07:59 WIB by edyvanvreden
Ada kata kata pameo (sindirian) bahwa orang miskin atau tidak mampu tidak boleh sakit. Itulah yang terjadi saat ini. Kalau terjadi kecelakaan dijalan tol adalah kewajiban pihak jasa raharja tapi kenyataannya tidak berjualan mulus, lalu asuransi yang mana yang bisa dipercaya. jawabnya urus sendiri aja deh.

 

Nama:
Email:
Security Code: