indosiar.com, Pemalang - Jenazah Dulmatin alias Yahya Ibrahim alias Joko Pitono, Jumat (12/03/10) dinihari tiba di kampung halamannya di Desa Petarukan Pemalang, Jawa Tengah. Kedatangan jenazah disambut teriakan takbir ratusan massa Front Pembela Islam (FPI), yang sudah menunggu sejak sore. Massa FPI sempat melarang para wartawan mengambil gambar, saat peti jenazah diturunkan dari mobil ambulan. Jenazah Dulmatin dimakamkan di pemakaman umum setempat sesaat setelah disemayamkan di rumah keluarga.
Mobil ambulans yang membawa jenazah Dulmatin alias Yahya Ibrahim alias Joko Pitono, tiba di rumah orang tuanya di Desa Petarukan Pemalang, Jawa Tengah, sekitar pukul 3 Jumat dinihari tadi.
Massa FPI langsung membuat pagar betis mengelilingi ambulans sambil terus meneriakan takbir. Para wartawanpun dilarang mengambil gambar, saat peti jenazah diturunkan. Sejumlah wartawan yang nekad mengambil gambar, diancam akan dibanting kameranya. Peti jenazah Dulmatin langsung dibawa ke dalam rumah, dan pintu ditutup rapat.
Sesaat setelah disemayamkan di rumahnya, pagi tadi, ribuan pelayat mengiringi pemakaman jenazah Dulmatin, yang akan dimakamkan. Jenazah Dulmatin sendiri, diberangkatkan dari rumah duka, menuju Masjid At Taqwa Petarukan, untuk disholatkan. Jenazah Dulmatin selanjutnya dibawa dari masjid menuju TPU Desa Loning, Petarukan. (Kuncoro Wijayanto/Sup)