indosiar.com, Surabaya - Razia pertama kali dilakukan di Stasiun Wonokromo, dan Gubeng, terhadap para penumpang kereta api kelas ekonomi Gayabaru, yang baru tiba dari Jakarta. Petugas memeriksa identitas setiap penumpang, bahkan tidak sedikit yang harus diperiksa tas dan barang bawaannya.
Hingga pemeriksaan berakhir, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda anggota jaringan teroris. Menurut Kapolres Surabaya Timur, AKBP Samudi, razia ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak para pelaku teroris yang diyakini sejumlah pihak bersembunyi, pasca penyergapan di Pamulang yang menewaskan Dulmatin.
Selain di stasiun kereta api, razia juga dilakukan disejumlah jalan protokol kota Surabaya. Kepolisian wilayah Surabaya memeriksa pengemudi kendaraan yang melintas dibeberapa jalan kota seperti di Jalan Panglima Sudirman, Surabaya. Dalam razia ini polisi menghentikan kendaraan umum seperti bus dan angkutan umum serta mobil boks yang melintas untuk diperiksa kartu identitas serta barang bawaannya. (Sri Rama/Sup)