indosiar.com, - Sejak pagi tadi, umat Hindu yang datang dari 20 pura di Jakarta, berdatangan di Pura Adhitya Jaya Rawamangun, Jakarta Timur. Masing-masing rombongan membawa sesaji dan perlengkapan upacara untuk melakukan upacara tawur kesanga dalam rangka memperingati hari raya Nyepi, tahun baru Saka 1932 yang akan jatuh pada Selasa 16 Maret besok.
Menurut ketua Paroman Pandita Parisada Hindu Dharma DKI Jakarta, Pedande Panji Sogata, perayaan ini adalah wujud dari harmonisasi antara manusia dengan mahluk lain, yang sering dikenal Panca Maha Putha, yang terdiri dari pertiwi, apah, bayu, teja dan aksa.
Hari raya Nyepi di DKI Jakarta yang dipusatkan di Pura Adhitya Jaya ini, juga diisi dengan upacara butayajna, yang berarti memberikan korban suci, yang ditujukan kepada penguasa kekuatan yang memberi manfaat, bagi alam seisinya.
Korban atau juga disebut dengan caru, berupa sembilan jenis binatang. Caru dalam bahasa sansekerta artinya, mempercantik atau menetralisir. Caru sendiri berupa sesajen yang digunakan pendeta, sebagai sarana untuk menormalkan atau mengharmonisasikan kembali situasi alam raya. Adapun korban 9 jenis binatang tersebut berupa kambing, anjing, bebek dan ayam 5 warna. Kesembilannya disesuaikan arah mata angin. (Achmad Fauzan dan Damar Galih/Sup)