indosiar.com, Jakarta - Rencana pembangunan gedung baru DPR senilai 1,6 triliun rupiah terus mengundang pro dan kontra, bahkan di kalangan anggota dewan sendiri. Sementara itu Sekjen Transparansi Internasional Indonesia, (TII), Teten Masduki menilai, rencana tersebut adalah bentuk arogansi untuk mengambil keuntungan sebagai anggota dewan, dan bukan memperjuangkan kepentingan rakyat.
SSekjen Transparansi Internasional Teten Masduki menyatakan, tidak ada hal mendesak untuk pembangunan gedung baru bagi anggota DPR, mengingat sebelumnya Departemen Pekerjaan Umum pernah mengaudit gedung DPR dan menyatakan gedung masih aman dan layak untuk digunakan. Jika proyek pembangunan ini diteruskan, akan memperburuk citra para wakil rakyat, karena rakyat akan menilai parlemen bukan memperjuangkan aspirasi rakyat, melainkan mengambil keuntungan sebagai anggota dewan.
Sementara itu kalangan anggota DPR sendiri berbeda pendapat. Sejumlah kalangan menilai, proyek yang menghabiskan dana senilai 1,6 triliun rupiah ini dianggap sebagai pemborosan anggaran yang sebenarnya bisa dialokasikan ke fasilitas layanan publik lainnya. (Tim Liputan/Sup)