indosiar.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum, sudah menyelesaikan 98 persen atau sekitar 10 ribu kilometer persiapan jalan dan jembatan di jalur utama yang akan dilalui pemudik pada lebaran tahun 2009 ini. Sementara 40 ribu kilometer yang menjadi jalur alternatif kondisinya hanya rusak ringan dan bisa dilalui.
Direktur Jenderal Bina Marga Departemen Perhubungan, Hermanto Dardak memastikan, jaringan jalan nasional di Sumatera dan Jawa sepanjang kurang lebih 10 ribu kilometer telah siap dilalui kendaraan yang biasa dilewati para pemudik.
Seluruh pengerjaan ditargetkan sudah selesai dan dihentikan pada H-10 lebaran sehingga bisa langsung dimanfaatkan pemudik. Sedangkan PT Jasa Marga memperkirakan, puncak arus mudik jatuh pada H-3 atau Jumat 18 September.
Diperkirakan jumlah kendaraan yang melintas di gerbang tol Jakarta - Cikampek akan naik sekitar 175 persen dibanding arus lalu lintas hari biasa. Untuk itu gerbang tol Cikampek akan diberlakukan hanya sebagai gerbang keluar mulai H-4 hingga H-1 dengan mengoperasikan sebanyak 14 gardu.
Jasa Marga juga sudah menyelesaikan pekerjaan penambahan kapasitas pelebaran jalan menjadi tiga lajur. Jasa Marga juga membuka tol Kanci Dua, Cirebon untuk melancarkan arus kendaraan dari utara mengarah ke selatan.
Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di titik pertemuan arus Simpang Jomin, Polres Karawang mulai H-10 memberlakukan jalur khusus bagi para pemudik dengan sepeda motor. Meski mempunyai selisih 12 kilometer lebih jauh dari jalur tempuh seperti biasa, namun penggunaan jalur khusus ini dapat menekan kepadatan arus di Pantura. Pasalnya para pemudik motor tidak akan berebut dengan pemudik kendaraan roda empat saat melintasi Karawang menuju Pantura.
Sementara jika disejumlah ruas Pantura jalan sudah siap dilalui pemudik, namun di jalur pantai selatan sejumlah ruas kini masih dalam perbaikan. Diperkirakan hingga musim mudik mendatang, ruas jalan yang dimulai dari perbatasan Jawa Barat hingga Kabupaten Cilacap masih dalam kondisi rusak. Kerusakan terjadi sejak memasuki jalur utama di Kecamatan Dayo Luhur yang berbatasan dengan Jawa Barat, hingga Karang Pucung, Cilacap dan Wangon, Banyumas. Kerusakan sebagian besar akibat erosi pada bagian tepi badan jalan. (Tim Liputan/Sup)