indosiar.com, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai, pernyataan terkait tragedi bom Kuningan pada hari Jumat pekan lalu telah dipelintir dan diputarbalikan. Menurutnya, ia sama sekali tidak menuding bila peledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton terkait dengan hasil pilpres lalu.
Presiden Yudhoyono Rabu (22/07/09) malam terpaksa membaca ulang cuplikan pernyataannya saat menanggapi aksi teror bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jumat pekan lalu.
Presiden ingin meluruskan tuduhan sejumlah pihak yang menilai presiden telah menuding aksi bom tersebut terkait dengan hasil pipres. Presiden menilai, pernyataannya telah dipelintir dari maksud yang sebenarnya.
Presiden juga membantah bila foto yang diperlihatkan saat konferensi pers Jumat lalu itu dari tahun 2004. Menurutnya, foto itu diambil dari tahun 2009 atas laporan intelejen.
Sementara ditempat terpisah, Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, aksi bom Kuningan itu tidak ada kaitannya dengan politik, tetapi terkait idiologi. Menurut Kalla, orang-orang yang mudah direkrut untuk mengikuti idiologi teroris itu adalah mereka yang secara ekonomi lemah. Kalla berharap seluruh rakyat Indonesia harus merasa aman dan nyaman di rumahnya sendiri, sehingga investor dan turis asing pun tidak khawatir datang ke Indonesia. (Rafael Don Bosco/Waluyo Adi Susanto/Sup)