indosiar.com, Makassar - Menteri Perhubungan Hatta Rajasa Senin (29/01/07) kemarin, memimpin rapat koordinasi dengan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi, Tim SAR dan pihak Adam Air di Makassar. Dalam rapat tertutup tersebut dibicarakan kemungkinan mencari bantuan dari negara lain untuk mengupayakan pengambilan black box dan badan pesawat.
Dalam keterangan pers usai Rakor tertutup yang berlangsung sekitar 3,5 jam itu Menteri Perhubungan didampingi Koordinator Tim SAR Gabungan Edi Suyanto, Ketua KNKT Setyo Raharjo, Kepala Basarnas Bambang Karno Yudho dan Direktur Utama Adam Air Adam Suherman, Menteri menjelaskan untuk mencari teknologi guna mengangkat serpihan-serpihan besar badan pesawat dan kotak hitam pemerintah telah menyerahkan kepada KNKT untuk membicarakan dengan beberapa negara yang mungkin memiliki teknologi itu.
Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Perancis dan Jepang telah dikontak untuk mencari solusi pengangkatan serpihan pesawat dari dasar laut tersebut. Pada fase kedua ini menurut Menhub, Tim SAR berupaya mencari jawaban apakah tersedia teknologi yang bisa mengangkat black box tersebut maupun runtuhan pesawat untuk mengungkap penyebab kecelakaan serta kemungkinan-kemungkinan mengevakuasi korban.
Menhub juga menegaskan, operasi SAR Adam Air adalah operasi yang sangat besar yang pernah dilakukan di Indonesia karena melibatkan sekitar 4000 personil. Personil itu terdiri atas 832 TNI AD, 664 TNI AL,615 TNI AU, 714 Polri, Basarnas 215 orang, Singapura Air Force 22 orang, belum termasuk personil USNS Mary Sears dari Amerika Serikat, LSM, SAR, Perguruan Tinggi, Pemda dan masyarakat sekitar.
Mengenai dana yang dikeluarkan, Menhub enggan merinci namun mengatakan bahwa operasional SAR menghabiskan antara 1,2 sampai 2 milyar rupiah perminggu.
Sementara itu pihak maskapai Adam Air berjanji akan mendanai seluruh proses pengambilan black box dan badan pesawat dari dalam perairan Majene, Sulawesi Barat. Sedangkan terkait rencana digelarnya acara tabur bunga di atas perairan Majene pihak Adam Air menyerahkan sepenuhnya kepada keluarga korban. (Saharudin Ridwan/Sup)