indosiar.com, Pekanbaru - Sebagian besar sekolah di Riau diliburkan akibat asap dan kualitas udara yang sangat tidak sehat. Kebijakan ini terpaksa dilakukan pihak sekolah guna mengantisipasi terjangkitnya berbagai macam penyakit bagi anak-anak yang daya tahan tubuhnya sangat lemah.
Semakin memburuknya kualitas udara sejak beberapa minggu belakangan akibat asap kebakaran hutan dan lahan, memaksa pihak sekolah meliburkan aktifitas belajar mengajar. Diantara sekolah yang diliburkan adalah Yayasan Asofa Pekanbaru, sebanyak 1600 pelajar dari tingkat Taman Kanak Kanak sampai SMA Rabu (05/08/09) kemarin, mulai diliburkan sampai kualitas udara kembali sehat dengan batas waktu yang tidak ditentukan.
Pihak Yayasan Asofa Pekanbaru mengaku, bencana kabut asap yang telah berlangsung sejak beberapa minggu belakangan sebanyak 200 siswanya telah terserang penyakit ispa.
Sementara itu di Kabupaten Pelelawan, bahkan seluruh sekolah TK dan SD dengan jumlah pelajar mencapai 31 ribu juga telah diliburkan sejak kemarin pagi. Erman, Kepala Sekolah SDN 006 Simpang Perak, Pelelawan berharap kepada pemerintah supaya kabut asap ini dapat segera dicegah, karena sejauh ini telah sangat membahayakan kesehatan anak didiknya.
Erman bahkan mengkritik pemerintah yang salah kaprah dalam memberi ijin Hak Guna Hutan sehingga terjadi kebakaran yang sangat besar ini. Meskipun pencemaran udara akibat kebakaran hutan ini sudah sangat membahayakan kesehatan masyarakat, namun hingga kini belum ada upaya serius dari pemerintah daerah untuk memadamkan api dimana setiap hari titik api cenderung meningkat. (Ahmad Dison/Sup)