indosiar.com, Sidoarjo - Aksi cap jempol darah warga perumahan Tanggulangin Agung Sejahtera Satu (Perumtas Satu) dilakukan di tempat pengungsian mereka, Pasar Baru, Porong Rabu (21/03) kemarin.
Aksi ini sebagai bentuk kebulatan tekad menuntut ganti rugi cash and carry seperti korban lumpur di empat desa lainnya.
Dilokasi pengungsian yang dihuni sekitar 7000 warga perumtas ini, mereka juga menyatakan kebulatan tekad untuk menggelar aksi unjuk rasa didepan Istana Negara, Jakarta. Aksi di Jakarta rencananya akan digelar pada 25 Maret mendatang.
Sementara itu, suasana pendataan sertifikasi korban lumpur Lapindo di kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Kabupaten Sidoarjo, diwarnai protes oleh warga korban lumpur dari 4 desa.
Sedangkan besaran ganti rugi cash and carry tersebut Rp 2,5 juta berupa tanah dan bangunan permeter perseginya. Hingga berakhirnya pertemuan warga di empat desa tetap menolak keras dengan pendataan sertifikasi yang dianggap merugikan warga.(Tim liputan/Her)