indosiar.com, Jember - Aksi unjuk rasa puluhan sopir angkot di Jember, Jawa Timur, Senin (25/01/10) kemarin, diwarnai aksi penghadangan yang berujung pada kericuhan antar sesama sopir. Sejumlah pengunjuk rasa juga nekad menurunkan paksa penumpang, hingga membuat ratusan penumang terlantar. Seorang sopir bahkan diamankan petugas, lantaran berupaya membongkar paksa portal pembatas jalan.
Aksi penghadangan ini terpaksa dilakukan sejumlah pengunjuk rasa terhadap beberapa angkot yang masih saja beroperasi. Tidak hanya mencaci maki sopirnya, mereka bahkan juga menendang-nendang badan angkot, serta nekad menurunkan paksa para penumpang di tengah jalan, akibatnya penumpang terlantar. Aksi kemudian dilanjutkan menuju halaman kantor Pemkab Jember. Sambil membawa angkot-angkotnya, mereka kemudian berorasi menuntut Pemkab Jember menghapus kebijakan perubahan arus lalu lintas.
Aksi unjuk rasa ini dipicu kebijakan Pemkab Jember yang melarang angkot melintasi Jalan Samanhudi dan Gajah Mada, dengan alasaan jalan tersebut rawan macet. Padahal disepanjang jalur ini banyak calon penumpang yang membutuhkan jasa angkot. Akibatnya, kini para sopir mengalami penurunan pendapatan, beberapa diantaranya bahkan tidak mampu memenuhi setoran.
Tidak puas hanya dengan berorasi, sebagai bentuk protes, mereka kemudian melakukan aksi mogok dengan memarkir puluhan angkotnya disepanjang Jalan Gajah Mada. Aksi mogok ini berlangsung hingga kemarin petang, sebelum akhirnya mereka dibubarkan paksa oleh polisi, karena menyebabkan kemacetan di jalur utama tersebut. (Tommy Iskandar/Sup)