HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Pasca Insiden Makassar

Aktivis HMI di Berbagai Daerah Bergolak



indosiar.com, Semarang - Aksi aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai bentuk solidaritas atas nasib rekan mereka di Makassar, berlangsung di sejumlah daerah. Di Semarang, selain terlibat saling dorong dengan petugas kepolisian, antar sesama pengunjuk rasa juga terlibat ketegangan. Puluhan massa HMI Sukoharjo, Jawa Tengah juga bentrok dengan polisi.

Aksi saling dorong antara aktivis HMI kota Semarang dengan aparat kepolisian ini tak terhindarkan, karena pengunjukrasa minta agar seluruh peserta aksi bisa masuk ke halaman mapolda Jawa Tengah. Para mahasiswa akhirnya diijinkan masuk, dan disambut kapolda Jawa Tengah, Irjen polisi Alex Bambang Riatmodjo.

Mahasiswa menyerahkan potongan kepala kambing hitam sebagai simbol agar polisi jangan terus mengkambinghitamkan atau memojokkan mahasiswa, dalam insiden kekerasan di Makasar.

Salah satu aktivis HMI, meminta Kapolda Jawa Tengah  bersedia memberi pernyataan, bahwa insiden di Makasar merupakan kesalahan polri. Permintaan tersebut tak dipenuhi kapolda, dengan alasan apa yang terjadi di Makasar, bukan kewenangannya.
 
Merasa kecewa dengan sikap Kapolda, dan tak sependapat dengan peserta unjukrasa lain, mahasiswa ini terlihat emosi, hingga diantara mereka justru saling bersitegang.

Ricuh antara aktivis HMI dengan aparat kepolisian juga terjadi ketika puluhan massa HMI Sukoharjo, Jawa Tengah menggelar demo terkait kasus Bank Century sekaligus bentuk solidaritas atas kekerasan oknum kepolisian di Makassar.

Pengunjuk rasa juga memblokir Jalan Solo - Yogyakarta hingga mengakibatkan arus lalu lintas macet total.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam HMI cabang Banyumas Jawa Tengah, Senin siang mendatangi Mapolres Banyumas. Mereka menuntut agar polisi bertanggung jawab atas kekerasan yang menimpa rekan mereka HMI Makasar. Dalam orasinya mahasiswa meminta agar kapolri meminta maaf atas perlakuan anggotanya yang dinilai melampaui batas.

Para mahasiswa yang meminta bertemu dengan kapolres, akhirnya harus kecewa. Karena kapolres tidak berada di tempat. Setelah diterima perwakilan dari Polres Banyumas, para mahasiswa kemudian membubarkan diri dengan tertib.(Tim liputan,Her)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: