indosiar.com, Banda Aceh - Aktivitas warga Pulau Simeulue, Nanggroe Aceh Darussalam Kamis (21/02/08) kemarin, berangsur pulih pasca gempa berkekuatan 7,3 skala richter. Sebagian korban luka dan cidera hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Simeulue.
Kondisi Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh mulai berangsur normal. Aktifitas warga mulai terlihat seperti biasa. Sejumlah korban luka masih mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Simeulue. Satu korban patah kaki kini dievakuasi ke kota Medan untuk mendapatkan perawatan intensif.
Meski aktifitas mulai normal, namun aktifitas di Rumah Sakit Simeulue masih dilakukan di teras dan luar bangunan. Tim medis dan pasien masih enggan beraktifitas didalam gedung karena keretakan dinding gedung dan lantai yang diakibatkan gempa bumi.
Pemerintah Provinsi Aceh mulai menyalurkan bantuan makanan, mie instan, selimut, obat-obatan dan keperluan menjalankan ibadah.
Dari laporan pemerintah setempat daerah yang paling parah menderita kerusakan adalah kawasan Simeulue Barat, Alafan dan Sialan. Namun pemerintah Simeulue belum bisa menafsir berapa kerugian dan jumlah kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
Sementara itu 10 orang tim medis dari Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan Regional Medan kemarin diberangkatkan ke Pulau Simeulue. Mereka terdiri dari spesialis bedah ortopedi, anestesi maupun dokter sanitarian. Tim diberangkatkan melalui Pangkalan TNI Angkatan Udara Polonia. (Tim Liputan/Sup)