indosiar.com, Kediri - (Kamis, 22.09.2011) Malang benar nasib tiga bocah kakak beradik warga sebuah dusun di Kediri, Jawa Timur. Di usia mereka yang masih amat bocah mereka tak bisa lagi mengerakkan organ tubuh atau lumpuh. Kelumpuhan datang didahului oleh serangan panas tinggi dan kejang-kejang saat ketiganya berusia dua setengah tahun. Terkendala tidak ada biaya, orang tua ketiga bocah hanya bisa pasrah tanpa bisa melakukan upaya pengobatan lanjutan bagi ketiga buah hati mereka.
Disaat rekan se usianya bermain dengan penuh keceriaan, tiga bocah bersaudara asal Desa Brangahan, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur ini hanya bisa tergeletak dipembaringan. Salsabilah Qurota Ayun (11 tahun), Faiz Nasrudin Hakis ( 10 tahun) dan Solahudin Rasid, (2 tahun), tak bisa beraktifitas layaknya anak normal. Jangankan berjalan, untuk mengerakkan anggota tubuh saja ketiga anak pasangan Martini dan Muhammad Taufik ini sangat kesulitan.
Ketiga bocah ini sebetulnya terlahir dalam kondisi normal. Namun memasuki usia dua setengah tahun, Salsa dan Faiz mengalami gejala serupa yakni menderita panas tinggi dan kejang-kejang hingga akhirnya tak bisa jalan. Gejala kelumpuhan juga ditunjukkan oleh si bungsu Rasid. Salsa dan Faiz sempat ditangani dokter spesialis syaraf dan didiagnosa mengalami gangguan syaraf dibagian otak. Namun upaya pengobatan lanjutan terkendala masalah pembiayaan. Pasalnya, penghasilan Taufik sebagai karyawan SPBU sangat pas-pasan.
Sang ibu kini harus membesarkan ketiga anak ini dalam kesabaran dan ketelatenan. Makanan pun harus dihaluskan dulu, karena anak-anak malang ini sulit menelan makanan keras. Namun yang dikhawatirkan, adalah masa depan ketiganya. Keluarga Taufik kini hanya bisa berharap ada uluran bantuan untuk pengobatan ketiga anak malang tersebut. (Danu Sukendro/Sup)