indosiar.com, Situbondo - Aliran yang diduga sesat di Situbondo, Jawa Timur, meresahkan warga karena belakangan para penganutnya semakin gencar mengintimidasi warga untuk ikut bergabung. Sejumlah perwakilan warga Senin (18/01/10) kemarin, mendatangi kantor desa dan rumah para tokoh agama menuntut aparat segera bertindak. Dalam ajarannya, aliran ini melarang ibadah sholat dan puasa.
Kalangan umat Islam di Situbondo belakangan diresahkan dengan munculnya penyebaran aliran yang diduga sesat bernama Brayat Agung. Markas aliran yang diduga sesat ini berada di Desa Gelung, Kecamatan Panarukan, Situbondo.
Meski awalnya tidak dihiraukan warga sekitar, namun sejumlah penganut aliran ini justru kian gencar melakukan intimidasi, dengan menyebarkan selebaran berisi ajakan agar warga ikut bergabung. Untuk menghindari aksi anarkis warga, sejumlah perwakilan masyarakat kemarin langsung mendatangi rumah para tokoh agama dan balai desa setempat, menuntut aparat segera bertindak.
Dalam ajarannya, aliran yang telah memiliki sekitar 30 penganut ini dianggap menyimpang dari syariat Islam. Salah satunya dengan melarang ibadah sholat dan puasa pada para pengikutnya. Suara adzan bahkan dianggap nyanyian biasa yang tak perlu dihiraukan. Sementara pemimpin aliran yang bernama Agung, langsung menghilang begitu berhembus kabar warga akan meluruh rumahnya. Rumah Agus sepi dengan pintu terkunci rapat. (Tommy Iskandar/Sup)