indosiar.com, Papua - Suasana kota Timika, Papua hingga Minggu (04/11/07) kemarin, masih mencekam. Warga masih memblokir jalan dan membakar rumah-rumah penduduk. Polisi telah melakukan negoisasi namun belum berhasil. Aparat terpaksa melepaskan tembakan untuk menghentikan aksi brutal massa. Warga yang ketakutan mengungsi ke tempat yang aman.
Sedikitnya 13 rumah warga yang bermukim di Jalan Perintis Timika Indah kemarin pagi dibakar oleh sekelompok warga yang sejak kemarin melakukan pemblokiran dibeberapa ruas jalan di kota Timika. Karena aksi mereka yang semakin brutal, aparat gabungan baik Brimob dan TNI terpaksa melepaskan tembakan. Tidak hanya membakar rumah dan mengusir warga, mereka juga melepaskan anak panah. Akibatnya dua orang warga sipil terkena panah pada bagian perut dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Wakapolda Papua, Brigjen Polisi Andi Lolo sudah berusaha untuk negoisasi dengan warga agar masalah tersebut tidak semakin berkembang, namun belum berhasil. Mereka meminta Kapolsek Timika baru AKP Yowan bertanggungjawab atas kematian Kompol Yance Ikomau dan dihadirkan dihadapan warga Pania untuk dihakimi secara langsung. Hingga kini jenazah Yance Ikomau masih disemayamkan di Lapangan Timika Indah. Hal ini menunjukkan permasalahan atas kematian Kompol Yance Ikomau belum selesai.
Sementara itu situasi kota Timika hingga kemarin sore masih lenggang. Para pemilik toko sebagian besar memilih tidak berjualan. Mereka khawatir kelompok warga yang anarkis kembali mengamuk.