indosiar.com, Denpasar, Bali - Laporan dua mantan murid spiritualis Anand Krishna, Tara dan sumidah terkait pelecehan seksual oleh sang guru langsung ditanggapi pihak Anand Krishna di Pusat Meditasi Anand di Kuta Bali.
Selain memberikan bantahan, pihak yayasan juga menyatakan siap menempuh jalur hukum untuk mengungkap kasus yang mencoreng nama baik spiritualis Anand Krishna tersebut. Meski tidak menampik bahwa dua pelapor Tara dan Sumidah, merupakan mantan murid Anand, namun pihak Anand menduga ada motif sakit hati. Pasalnya salah seorang pelapor yakni Sumidah, pernah aktif dan bekerja di yayasan Anand Asram, namun keluar karena kasus indisipliner.
Dalam kesempatan tersebut, juru bicara Anand juga menampik tudingan adanya tempat khusus untuk menjalankan ritual meditasi perseorangan dengan sang guru seperti yang dituduhkan. Jika tidak bisa diselesaikan secara damai, pihak Anand akan menempuh jalur hukum dalam sepekan ini, agar kasus ini segera terungkap kebenarannya. (Tim Liputan/Sup)