indosiar.com, Bogor - Aksi mogok yang dilakukan oleh para sopir bus jurusan Bogor yang biasa menurunkan penumpang di kawasan UKI, Jakarta terus dilakukan. Mereka mengancam golput pada pilpres mendatang apabila pemerintah tidak mengeluarkan keputusan mengenai nasib mereka. Sementara itu Dishub Kota Bogor menerjunkan 14 bus bantuan menuju terminal Kampung Rambutan guna menghindari penumpukan penumpang akibat mogok tersebut.
Aksi mogok puluhan sopir bus jurusan Bogor - Bekasi, Bogor - Karawang yang biasa menurunkan dan menaikan penumpang dikawasan UKI, Jakarta Senin (01/06) pagi, kembali dilakukan. Para sopir menuntut kepada pemerintah untuk memutuskan tentang nasib mereka akibat kebijakan Pemprov DKI yang tidak boleh menurunkan dan menaikan penumpang dikawasan UKI, Jakarta.
Para sopir mengancam akan melakukan golput atau tidak memilih pada pemilihan presiden mendatang apabila pemerintah mengabaikan nasib mereka. Ancaman ini dilontarkan karena hingga hampir sepekan aksi mogok mereka tidak diindahkan oleh instansi terkait.
Sementara itu Dinas Perhubungan Kota Bogor menerjunkan 14 bus tambahan ke terminal Kampung Rambutan akibat aksi mogok tersebut, karena lonjakan penumpang meningkat sebanyak 30 persen.
Dinas Perhubungan DKI sejak sepekan lalu telah melarang bus-bus antar kota antar provinsi untuk melewati kawasan UKI. Bus -bus Akap dari luar kota seperti dari Bogor, Bekasi dan Karawang harus melalui jalan tol lingkar luar Jakarta sebelum masuk ke terminal Kampung Rambutan. (Iwan Kurniawan/Sup)