indosiar.com, Sidoarjo - Patahan tanah yang terdapat di tanggul penahan sumber semburan lumpur ini, muncul sejak Jumat, 27 November 2009 lalu.
Patahan memanjang di daerah timur ke daerah sebelah utara pusat semburan.
Patahan itu mengakibatkan perbedaan ketinggian antara endapan lumpur disebelah utara dengan sebelah selatan. Perbedaan ini terjadi, karena dari dalam pusat semburan rata-rata setiap hari muncul semburan lumpur, hingga 100 meter kubik.
Pihak Pelaksana BPLS (Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo) terus berupaya memperkuat tanggul. Terutama di sisi utara, pusat semburan.
BPLS pun tidak dapat memprediksi akan kearah mana patahan ini terus memanjang. BPLS hanya akan memasang GPRS, untuk mengetahui posisi patahan didalam bumi.
Munculnya patahan ini berbahaya, karena berakibat tanggul lumpur ambrol dan lumpur meluber ke Jalan Porong.(Adiwijaya/Ijs)