indosiar.com, Jakarta - Menteri Keuangan Rabu (06/09/06) kemarin, memaparkan kebutuhan anggaran untuk pengiriman pasukan TNI ke Lebanon. Pemerintah mengajukan anggaran sebesar 355 miliar rupiah.
Didepan Panitia Anggaran DPR, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, anggaran pengiriman pasukan TNI ke Lebanon dibagi dalam sejumlah pos yaitu 35 miliar rupiah untuk biaya angkutan pasukan TNI dan 287 miliar rupiah untuk pengadaan panser dan asuransi.
Sedangkan untuk kebutuhan operasional dibutuhkan dana sebesar 32 miliar rupiah yang terdiri dari tahap perencanaan dan penyiapan sebesar 1,2 miliar rupiah, tahap pembekalan dan pra tugas sebesar 932 juta rupiah, tahap pemberangkatan 445 juta rupiah, tahap penugaskan selama 3 bulan sebesar 29,2 miliar rupiah dan tahap akhir atau purna tugas sebesar 863,9 juta rupiah.
Menteri Keuangan menambahkan, pengajuan anggaran tersebut sangat mendesak karena pasukan TNI akan diberangkatkan ke Lebanon bulan September ini.
Sementara itu sejumlah Anggota Panitia Anggaran DPR mempertanyakan besarnya anggaran terutama dana pengiriman tank atau panser yang mencapai 287,2 miliar rupiah. Bahkan anggota panitia anggaran juga mempertanyakan kepastian penggantian anggaran tersebut oleh PBB. Panitia anggaran mendesak pemerintah memastikan terlebih dahulu penggantian anggaran sebelum disetujui oleh DPR karena menyangkut dana APBN. (Ahmad Faizal dan Novi Hartoyo/Sup)