Dari 3 kecamatan yang dilanda angin puting beliung yakni Kecamatan Lili Riaja, Lalabata dan Mario Riwawo, kerusakan paling parah terjadi di Desa Timusu, Kecamatan Lehe Riaja. Di kawasan ini selain ratusan rumah, angin kencang juga menyebabkan satu bangunan asrama sekolah Sanawiah rusak parah hingga aktivitas belajar mengajar di sekolah dihentikan.
Dalam peristiwa ini 2 warga dilaporkan meninggal dunia. Salah satu diantaranya yang bernama Ansu (36), warga Kabaro, Desa Labohkong, Kecamatan Lili Riaja langsung tewas seketika setelah disambar petir saat mengembalakan ternak bebeknya, sedangkan rekan korban bernama Bachtiar hanya mengalami luka bakar di dada dan lengan.
Korban tewas lainnya adalah Natuleng (60), yang meninggal dunia setelah jantungnya tersentak oleh suara petir di atas atap rumah. Hingga kini kerugian akibat bencana tersebut belum diketahui pasti, namun perkiraan sementara mencapai angka miliaran rupiah.(Saharudin Ridwan/Sup)