indosiar.com, Mojokerto - Beginilah suasana antrian warga untuk membeli minyak tanah bersubsidi di sebuah pangkalan mitan di Jalan Gajah Mada, Kota Mojokerto, Jawa Timur.
Saat pangkalan minyak tanah dibuka, ratusan warga yang sudah berjubel didepan pangklan sejak pagi hari, langsung merangsek maju dan saling berebut untuk mendapatkan jatah minyak tanah murah.
Untuk menghindari kericuhan lebih besar, pihak pangkalan kembali menutup pintu. Namun, penutupan malah membuat warga marah. Kemarahan warga baru reda setelah ada salah satu aparat kelurahan
setempat datang dan meminta pihak pangkalan mitan kembali melayani pembelian warga.
Warga rela antri dan berdesakan, karena minyak tanah yang dijual di pangkalan ini murah, seharga 2.850 rupiah perliter. Sedang di tingkat pengecer harga minyak tanah mencapai 6.500 rupiah per liter.
Kelangkaan minyak tanah di Mojokerto, diduga ulah para agen pengepul nakal yang sengaja menimbun minyak tanah untuk mendapatkan keuntungan melimpah. Beberapa waktu lalu, pihak Polresta Mojokerto, sudah menggerebek salah satu pangkalan yang menjual di atas harga eceran tertinggi. Bahkan puluhan agen ikut diamankan dalam pengrebekan tersebut. (Diak Eko Purwoto/Sup)
