indosiar.com, Banten - Antrian truk kembali menumpuk di Pelabuhan Merak menyusul berkurangnya kapal penyeberangan akibat derasnya gelombang bawah laut di perairan Selat Sunda sejak beberapa hari terakhir. Bahkan antrian panjang truk dan kendaraan lainnya yang akan menyeberang ke Bakahueni Lampung hingga Jumat (28/11) siang, semakin panjang hingga keluar areal pelabuhan.
Antrian ratusan kendaraan terutama truk kembali terjadi di Pelabuhan Merak, Banten, menyusul masih buruknya cuaca di perairan Selat Sunda sejak beberapa hari terakhir. Sejumlah sopir truk bahkan mengaku harus mengantri selama 3 hingga 8 jam untuk bisa masuk ke kapal Roro yang akan menyeberangkan mereka ke pelabuhan Bakahueni Lampung. Antrian yang sudah terjadi sejak kemarin siang ini terlihat semakin panjang. Bahkan antrian truk sudah keluar areal pelabuhan hingga mencapai flyover yang berdekatan dengan jalan tol.
Kepala Cabang PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) Indonesia Ferry Pelabuhan Merak, Teja Suparna, menunjuk derasnya arus bawah laut sebagai penyebab terjadinya antrian panjang kendaraan, karena kapal Roro sulit merapat di dermaga.
Dari 75 truk yang ditargetkan hanya tercapai 61 truk. Sementara itu Dermaga Apung tempat sandarnya kapal cepat hingga hari ini belum berhasil diperbaiki. Bahkan kondisi dermaga yang bocor akibat diterjang gelombang pasang terlihat semakin parah. Kebocoran yang kian parah membuat permukaan dermaga nyaris tenggelam.
Kerusakan ini membuat petugas belum bisa mengoperasikan kapal cepat hingga hari ini. Sejumlah penumpang kapal cepat harus menelan kekecewaan dan beralih ke kapal Roro karena belum beroperasinya kapal cepat. PT ASDP Pelabuhan Merak berencana mendatangkan teknisi dari Jakarta untuk menangani kerusakan tersebut. (Heni Murniati Supaidi/Sup)