HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
FOKUS

Mobil Terjun dari Lantai 8

Areal Parkir Menara Jamsostek Tidak Sesuai Standar



indosiar.com, Jakarta - Areal perparkiran gedung di Jakarta kembali menelan korban jiwa. Sebuah mobil sedan terjatuh dari lantai 8 gedung parkir Menara Jamsostek di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan. Seorang pengendaranya langsung tewas seketika. Dari hasil oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan aparat kepolisian Selasa (22/01), diduga korban Heriyawan salah menginjak gas saat akan menghentikan mobilnya di lokasi parkir.

Jenazah Heriyawan, korban tewas pengemudi mobil Honda Accord yang terjun dari lantai 8 gedung perparkiran Menara Jamsostek baru diangkat keluar mobil naas sekitar pukul 12.00 WIB. Heriyawan tewas dengan kondisi bagian kepala yang rusak. Mobil Honda City yang tertimpa Honda Accord naas tersebut masih berada dilokasi kejadian.

Mobil ini rusak dibagian kaca sebelah kiri. Untungnya sopir mobil Honda City masih selamat hanya mengalami luka-luka.

Kepolisian dari Jakarta Selatan langsung melakukan olah TKP dilokasi jatuhnya mobil. Jejak ban mobil cukup terlihat jelas disekitar lokasi. Atas kejadian tersebut, polisi telah memeriksa 4 orang saksi antara lain satpam gedung dan pengelola gedung.

Menurut Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Polisi Chaerul Anwar, dari hasil pemeriksaan sementara diketahui mobil Honda Accord jatuh ketika sedang akan diparkir Heriyawan dengan posisi buntut mobil menghadap ke pagar besi. Diduga Heriyawan lengah sehingga salah menginjak gas.

Sementara itu Kepala Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B) DKI Jakarta, Hari Sasongko menegaskan dari penyelidikan awal, kecelakaan Honda Accord B 8722 WF yang menewaskan pengemudinya Heriyawan bukan akibat human error, melainkan kondisi areal parkir gedung yang tidak memenuhi standar.

Gedung Samsostek yang dibangun tahun 1996 tersebut tegas Sasongko secara struktural bangunan belum memenuhi kriteria yang tertuang dalam SK Kepala Dinas No.50 tahun 2007 tentang pedoman pemeliharaan struktur gedung yang seharusnya bukan hanya berpagarkan beton. Areal parkir hendaknya juga dilengkapi rambu-rambu serta sirkulasi kendaraan dilokasi bersangkutan.

Lebih lanjut Sasongko menegaskan, selama ini pihaknya sudah mengkaji ulang areal parkir ratusan gedung di Jakarta, apakah sudah sesuai dengan standar keamanan pasca kecelakaan yang terjadi di ITC Permata Hijau beberapa waktu lalu. Namun hal tersebut masih diprioritaskan di pusat-pusat pertokoan di Jakarta sehingga pihaknya tidak menyangka kecelakaan yang sama juga terjadi di gedung perkantoran. (Tim Liputan/Sup)

Bookmark and Share